Pacitanku.com, PACITAN—Sebanyak 318 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan mengikuti prosesi yudisium yang penuh haru di student hall kampus pendidik di Kelurahan Ploso Pacitan, pada Rabu (27/8/2025).
Kegiatan ini menandai peresmian gelar sarjana pendidikan bagi ratusan yudisiawan-yudisiawati yang telah menempuh perjalanan panjang di dunia perkuliahan.
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, menyampaikan rasa bangga dan selamat atas pencapaian para mahasiswa.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa kesuksesan yang diraih hari ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua, dosen, staf, hingga karyawan kampus.
“Yudisium adalah momen yang membanggakan, puncak perjuangan selama empat tahun. Selamat, semoga berkah atas capaian Anda pada hari ini,”kata Bakti Sutopo.
Lebih lanjut, Bakti menambahkan, perjuangan yang dilalui para mahasiswa tidaklah mudah. Ada yang harus menghadapi penolakan judul skripsi hingga tujuh kali, sebuah proses yang ia sebut sebagai pembentukan karakter.
“Tidak ada nakhoda yang diciptakan di permukaan air yang tenang,” tambahnya.
Bakti Sutopo menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan.
Ia berpesan agar para lulusan mengamalkan ilmu yang telah didapat, menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.
“Belajar adalah hal yang tanpa akhir. Jika memungkinkan, lanjutkan pendidikan,” pesannya.
Sebagai penutup, ia memberikan motivasi inspiratif, berharap para lulusan menjadi pribadi yang terus belajar dan memberi teladan.
“Setiap hari adalah kelas, setiap pengalaman adalah guru, setiap perjuangan adalah tantangan. Jadilah sarjana yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu memberi teladan. Jadilah cahaya dalam gelap,”pungkasnya.












