Ketua DPRD Pacitan Prihatin Fenomena Judi Online Mulai Marak di Kalangan Legislatif

oleh -167 Dilihat
Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat praktik judi online tak hanya menjangkiti masyarakat biasa, tetapi juga telah menjangkiti para wakil rakyat di lembaga legislatif baik di tingkat pusat maupun daerah.

Atas kondisi itu, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono turut prihatin.

Pria yang akrab disapa Ronny ini menilai fenomena judi online yang mulai marak di kalangan legislatif bisa mengarah ke tindakan koruptif para anggota dewan.

“Saya prihatin terhadap fenomena judi online yang ternyata juga sudah marak di kalangan legislatif.  Hal ini berbahaya karena bisa kemudian mengarah ke tindakan korupsi demi untuk berjudi,”kata Ronny saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Kamis (27/6/2024) di Pacitan.

Atas kondisi tersebut, Ronny menyarankan agar data dari PPATK tersebut bisa diteruskan kepada Lembaga terkait. Agar nantinya, para anggota dewan yang terjerat judi online dilakukan pembinaan.

“Oleh karena itu, sebaiknya data PPATK dishare langsung ke lembaga terkait agar dapatnya dilakukan pembinaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan masing-masing Badan Kehormatan (BK) di DPRD Kabupaten/Kota atau Provinsi,”jelas legislator Partai Demokrat ini.

Menurut Ronny, hal ini bisa dilakukan agar pencegahan terhadap judi online di kalangan legislative bisa dilakukan secak dini.

Sebagai informasi, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut praktik judi online telah menjangkiti para wakil rakyat di lembaga legislatif baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dia mengatakan ada lebih dari 1000 anggota DPR dan DPRD beserta sekretariat jenderalnya terlibat transaksi judi online.

“Kami menemukan itu. Lebih dari 1000 orang,” kata Ivan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Rabu (26/6/2024).

Ivan menyebut bahwa jumlah transaksi yang tercatat PPATK telah mencapai 63 ribu transaksi. Dia mengatakan, nilai transaksi tersebut bisa mencapai Rp 25 miliar secara agregat atau keseluruhan transaksi, bukan tiap orang anggota dewan.

No More Posts Available.

No more pages to load.