Hujan Intensitas Tinggi, Puluhan Rumah dan Fasum di Pacitan Terdampak Tanah Longsor

oleh -Dibaca 1,468 kali
JALAN PUTUS. Hujan deras yang terjadi pada Senin (3/10/2022) menyebabkan jalanan Sembowo-Cangkring terputus. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pacitan pada Senin (3/10/2022) kemarin menyebabkan sejumlah kejadian bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di wilayah Pacitan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diperoleh, setidaknya ada 39 rumah dan belasan fasilitas umum (Fasum) yang terdiri dari 10 titik jalan dan 1 jembatan terdampak bencana alam yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Pacitan. 1 kejadian lainnya adalah pohon tumbang.

Dari data yang diperoleh per Selasa (4/10/2022) pagi, setidaknya ada 7 kecamatan dari total 12 Kecamatan di Pacitan yang terdampak bencana alam, utamanya di wilayah Pacitan kota hingga Pacitan sisi timur.

“Dampak hujan pada Senin (3/10/2022) mengakibatkan bencana di Pacitan beberapa wilayah, seperti di wilayah (Pacitan) kota ke timur, baik perumahan maupun fasilitas umum,”kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko saat dihubungi Pacitanku.com pada Selasa (4/10/2022).

Jajaran BPBD, kata pria yang akrab disapa Erwin ini, pada Selasa pagi juga fokus melaksanakan penanganan kedaruratan sejumlah fasilitas umum (Fasum) yang terdampak tanah longsor.

“Khusus di pagi ini (penanganan) fasum contohnya di Wonodadi Kulon jembatan putus, jalan putus itu penanganan kedaruratan akan dipasangi jembatan sementara, juga (dipasangi) lagor untuk jalan yang putus agar bisa segera dilalui roda dua atau roda empat,”jelas Erwin.

Erwin mengakui, akibat bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan jalan dan jembatan putus tersebut terjadi diakibatkan intensitas hujan yang tinggi. Kondisi itu, kata dia, menyebabkan semua sektor terdampak, seperti pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Selain itu untuk dampak bencana yang menimpa perumahan warga, Erwin mengatakan jajarannya belum bisa menyampaikn data pasti, sehingga BPBD juga mengkoordinasikan dengan wilayah Kecamatan untuk membantu identifikasi.

“Sedangkan dampak lain khususnya yang menimpa perumahan warga, ini masih pendataan mengingat banyaknya yang terdampak, juga mengingat di beberapa wilayah kita tidak bisa menjangkau semua, mengkoordinir teman-teman wilayah yang di kecamatan untuk membantu proses identifikasi, data pasti belum dipastikan,”papar pria yang juga mantan Camat Tegalombo ini.

Yang jelas, kata Erwin, semua pihak, termasuk jajarannya bergerak membantu menangani secara kedaruratan akses jalan dan fasum lain yang terdampak bencana alam akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

“Kita semua posisi bergerak menangani akses jalan yang putus, seperti di Mukus Nogosari Ngadirojo itu juga sudah dikirim alat berat untuk dibuka (jalannya), agar akses ke Wonokarto, akses ke Ponorogo, melalui Jayan Ketro Montongan agar bisa segera bisa dilewati lagi, karena itu jalur ekonomi untuk warga masyarakat Ngadirojo, Sudimoro, Tulakan, Ponorogo lewat situ kita utamakan dulu,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.