Ratusan Nelayan di Pacitan Ikuti Larung Sesaji di Pesisir Laut Selatan

oleh -Dibaca 1.638 kali
Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengikuti tradisi larung sesaji di kawasan Pelabuhan Ikan Tamperan, Kecamatan Pacitan, Jumat (29/7/2022). (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengikuti tradisi larung sesaji di kawasan Pelabuhan Ikan Tamperan, Kecamatan Pacitan, Jumat (29/7/2022).

Kegiatan itu digelar sebagai rangkaian dari festival nelayan yang digelar untuk menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriah.

“Kalau untuk pesertanya ratusan nelayan, luar biasa mantap, itu nelayan seluruh Pacitan yang dikoordinir sesepuh nelayan di Pacitan,”kata Camat Pacitan Djoko Putro Utomo dalam keterangannya, Jumat siang.

Baca juga: Semarak Festival Nelayan di Pacitan Sambut Tahun Baru Islam: Tasyakuran Sedekah Laut Hingga Mahalul Qiyam

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan kegiatan diawali dari prosesi tasyakuran di Gedung UPT PPP Tamperan, kemudian proses arak tumpeng ke laut oleh para nelayan.

“Tumpengnya diarak sama tokoh pemuda nelayan yang ada wilayah Tamperan ini, dibawa ke pantai tamperan ini, dimasukkan ke Pelabuhan, kita arak ke laut kita saksikan tumpengnya sesajinya di larung di samudera indonesia, di laut segoro kidul,”jelas dia.

Djoko mengatakan kegiatan larung sesaji ini adalah kita bersyukur kepada Allah SWT bahwa para nelayan semua diberikan kesehatan sehingga para nelayan berkarya di laut.

Camat Pacitan dan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengikuti tradisi larung sesaji di kawasan Pelabuhan Ikan Tamperan, Kecamatan Pacitan, Jumat (29/7/2022). (Foto: Istimewa)

“Harapannya kita memohon kepada Allah SWT, mudah-mudahan utamanya para nelayan dan sudara-saudara kita bergerak mata pencahraian di laut utamanya di laut Pacitan sekitar tamperan, teleng ria, benar-benar bisa berkah bisa benar-benar menghasilkan hasil laut yang berkah,”ujar pria yang juga aktif di olahraga dayung ini.

Apalagi, kata Djoko, kegiatan tradisi larung sesaji ini baru kembali terlaksana setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19.

“Harapannya tentunya kegaitan masyarakat meningkat, karena udah dua tahun ini tentu dengan pandemi COVID-19 ini tidak melaksanakaan larung sesaji, alhamdulillah di hari jumat 29 juli 2022 kita bisa melaksanakan larung sesaji,”jelas dia.

Selain ratusan nelayan, kaat Djoko, kegiatan itu juga digelar bersama sejumlah komponen, baik TNI/Polri dan juga Kamladu.

“Alhamdulillah bersama dengan masyarakat, nelayan, TNI, Polri, Kamladu, semua komponen bersama-sama bahagia, kompak, bersatu, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT semuanya bisa berkah, barokah untuk hasil laut kita,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.