Apa Itu Obat Lianhua? Ini Penjelasan Manfaat dan Efek Sampingnya

oleh -Dibaca 9.494 kali

Pacitanku.com — Sejak zaman dahulu, obat tradisional Tionghoa atau yang dikenal juga obat herbal China telah digunakan oleh masyarakat China untuk mengobati berbagai macam penyakit. Resepnya pun diwariskan dari generasi satu ke generasi berikutnya secara turun-temurun dalam keluarga.

Obat herbal China terbuat dari bahan-bahan alami tumbuh-tumbuhan seperti bunga, akar, daun, batang, hingga bijinya. Ada pula obat herbal China yang ditambahkan bahan hewani. Anda perlu berkonsultasi kepada dokter terkait efek bahan aktif pada obat-obatan herbal China sebelum mengonsumsinya. Konsultasi dengan mudah via online bisa dilakukan melalui aplikasi KlikDokter yang bisa Anda download di sini.

Banyak yang memanfaatkan obat herbal China dalam proses pengobatan penyakit karena mengandung bahan-bahan alami yang dinilai lebih sedikit mendatangkan efek samping daripada obat-obatan kimiawi. Tidak sedikit pula rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang mengkombinasikan metode pengobatan tradisional menggunakan obat herbal China dan teknologi modern.

Ada banyak obat herbal China yang beredar di Indonesia sesuai izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), salah satunya Lianhua. Mungkin Anda masih asing dengan obat Lianhua, untuk itu simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian dan Manfaat Lianhua Qingwen

Obat Lianhua atau Lianhua Qingwen adalah obat herbal China yang bisa membantu meringankan gejala flu dan batuk seperti panas dalam, tenggorokan kering, dan demam. Lianhua Qingwen diproduksi oleh Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical Co, Ltd. sejak tahun 2003. BPOM pun telah memberi izin edar Lianhua Qingwen di Indonesia dan menjadi merek produk herbal yang diimpor oleh PT. Intra Aries dengan nomor izin edar TI 144 348 471.

Lianhua Qingwen dikategorikan ke dalam obat tradisional dengan kelas terapi suplemen, jamu herbal, dan kelas terapi tambahan. Obat herbal ini sempat digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) saat wabah merebak di seluruh dunia dan memakan banyak korban di tahun 2002-2004. Kemudian, National Health Commission of China mengumumkan penambahan Lianhua Qingwen sebagai obat yang berguna untuk meringankan gejala influenza.

Studi medis pada tikus dari Wuhan University tahun 2021 menunjukkan jika Lianhua Qingwen memiliki efek anti inflamasi dan efektif untuk mengobati radang paru-paru atau pneumonia. Lianhua Qingwen bekerja dengan menghambat apoptosis yang dimediasi sehingga melindungi jaringan paru-paru dari ALI (Acute Lung Injury) atau kerusakan paru-paru yang relatif parah.

Apakah Lianhua Qingwen untuk Obat Covid-19?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas rekomendasi BPOM sempat menerbitkan obat Lianhua Qingwen Capsules Donasi (LQC Donasi) pada tahun 2020 di tengah meningkatnya pandemi Covid-19. Namun, LQC Donasi yang tanpa izin edar BPOM tersebut hanya digunakan untuk mengobati gejala simptomatik dan tidak digunakan untuk pengobatan Covid-19. Karena itu, baik LQC Donasi dan Lianhua Qingwen bukan obat Covid-19.

BPOM pun telah mencabut rekomendasi terhadap LQC Donasi. Hal ini lantaran LQC Donasi memuat kandungan berbahaya Ephedra yang masuk negative list dalam obat tradisional, sehingga ada risiko lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya.

Kandungan Lianhua Qingwen

Terdapat 11 bahan alami dan 2 mineral yang terkandung dalam Lianhua Qingwen, di antaranya:

  • Forsythiae fructus 57 mg
  • Isatidis radix 30.75 mg
  • Gypsum fibrosum 42.10 mg
  • Pogostemonis herba 7.2 mg
  • Rhodiolae crenulatae radix et rhizoma 6.75 mg
  • Dryopteris crassirhizomatis rhizoma 30.75 mg
  • Houttuyniae herba 41 mg
  • Rheum officinale rhizoma 18.20 mg
  • Lonicerae japonicae flos 42.75 mg
  • Armeniacae amarum semen 14.25 mg
  • Glycyrrhizae radix et rhizoma 14.25 mg
  • Amilum 45 mg

Bahan aktif Forsythiae fructus memberi efek terapeutik dan terdapat aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus sehingga bermanfaat untuk membantu mengeluarkan angin dan detoksifikasi. Lonicerae japonicae flos sendiri merupakan tanaman herbal yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, antiinflamasi, dan antioksidan.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Lianhua Qingwen

Obat Lianhua Qingwen bisa dikonsumsi tanpa resep dokter. Meski begitu, tetap ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Lianhua Qingwen, di antaranya:

  • Hindari penggunaan Lianhua Qingwen pada pasien dengan defisiensi G6PD karena bahan aktif Lonicerae japonicae akan menyebabkan hemolisis.
  • Hindari penggunaan Lianhua Qingwen apabila Anda memiliki hipersensitif pada bahan aktif Lianhua Qingwen.
  • Selalu beritahu dokter mengenai riwayat penyakit dan obat-obatan, termasuk suplemen dan obat herbal yang sedang Anda gunakan.
  • Selalu beritahu dokter apabila Anda sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil atau menyusui.

Dosis dan Aturan Pakai Lianhua Qingwen

Lianhua Qingwen tersedia dalam bentuk kapsul. Anda bisa meminumnya dengan dosis 4 kapsul, 3 kali sehari sesudah makan.

Cara Penyimpanan Lianhua Qingwen

Simpan obat Lianhua Qingwen pada suhu di bawah 30 derajat Celcius. Sebaiknya simpan di kotak obat untuk menjauhkan dari jangkauan anak-anak.

Bagaimana Membedakan Lianhua Qingwen Asli dan Palsu?

Beredarnya LQC Donasi di tahun 2020 mendorong pihak-pihak tidak bertanggung jawab memproduksi obat Lianhua Qingwen secara ilegal. Anda perlu waspada dan memperhatikan perbedaan Lianhua Qingwen yang asli dan palsu, di antaranya:

  • Lianhua Qingwen Capsule asli terdapat nomor BPOM TI 144 348 471 pada kemasannya.
  • Lianhua Qingwen Capsule asli tercantum logo Yiling pada bagian kanan atas dus kemasan dan produk impor oleh PT Intra Aries.
  • Sementara Lianhua Qingwen palsu bertuliskan Lianhua Qingwen Jiaonan dan semua tulisan pada kemasan dan blister menggunakan bahasa Tiongkok.

Efek Samping Lianhua Qingwen

Belum ada laporan tentang efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat Lianhua Qingwen.

Interaksi dengan Obat Lain

Konsumsi Lianhua Qingwen tidak dianjurkan bersamaan dengan obat pengencer darah Warfarin karena bisa menurunkan efektivitas Warfarin.

https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fphar.2021.717652/full