Ketua STKIP PGRI Pacitan Harapkan Kualitas Pembelajaran di Kampus Bisa Tuntas Meski Pandemi Masih Melanda

oleh -Dibaca 2,785 kali
Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pacitan Dr Mukodi mengharapkan kualitas pembelajaran di kampus bisa tuntas meski pandemi COVID-19 masih melanda.

“Harapannya juga walaupun pandemi masih menghadang kita, kualitas pembelajaran dan output pembelajaran ini bisa tuntas,”kata Dr Mukodi saat berbincang dengan Pacitanku.com, baru-baru ini.

Meski pandemi masih melanda, aktivitas pembelajaran di kampus tetap berjalan di kampus. Lebih lanjut, Dr Mukodi mengatakan di kampus STKIP PGRI Pacitan, pihaknya saat ini masih menerapkan konsep blended learning untuk mahasiswa.

“Jadi terkait dengan pembelajaran perkuliahan semester ganjil, kita menerapkan blended learning, 50 persen (pembelajaran) dalam jaringan (daring) dan 50 persen (pembelajaran) luar jaringan (luring),”tandas Dr Mukodi.

Meski masih menerapkan blended learning di lingkungan Kampus, Dr Mukodi mengatakan mahasiswa STKIP PGRI Pacitan tetap mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi saat ini.

“Alhamdulillah mahasiswa sudah bisa mengadaptasikan diri terkait bencana yang cukup luar biasa, pandemi ini, sehingga kita minta melakukan prokes ketat,”jelasnya.

Selain itu, Dr Mukodi mengatakan mahasiswa juga mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk menyukseskan pembelajaran di kampus.

“Selain itu mahasiswa juga mengadaptasi kemajuan Iptek dengan menggunakan platform digital, seperti google meeting, zoom meting dan aplikasi-aplikasi lainnya, mereka bisa beradaptasi,”pungkasnya.

Sebagai informasi, pembelajaran blended learning yang mulai akrab di masa pandemi ini merupakan metode pembelajaran yang memadukan metode perkuliahan e-learning yang memanfaatkan paket informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan pembelajaran tatap muka (PTM).

Video Puluhan Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Ikuti Pelatihan Jurnalistik

No More Posts Available.

No more pages to load.