Waspada Omicron, Puluhan Anak Menderita Batuk Pilek

oleh -Dibaca 1.929 kali
Kepala Dinas Kesehatan Trihariadi Hendra Purwaka. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PACITAN— Penyebaran virus varian Omicron terus meluas, peningkatan kasus yang terjadi beberapa waktu belakangan ini seperti di Jakarta, cukup membuat masyarakat kembali prihatin.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, varian Omicron ini disebutkan lebih menular. Meskipun mayoritas kasus yang terjadi tidak terlalu parah, virus baru ini tidak boleh diremehkan karena tetap dapat menyebabkan kesakitan dan kematian.

Gejala Omicron yang lebih mirip menyerupai influenza biasa Ini cukup membuat resah masyarakat kabupaten Pacitan. Sebab pada kurun waktu sapekan ini trend anak periksa ke dokter spesialis anak di Pacitan dengan gejala batuk dan pilek meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr Trihariadi Hendra Purwaka, saat dihubungi melalui telepon seluler, membenarkan adanya trend kasus anak dengan batuk pilek.

Namun demikian, dr Hendra meyangkal hal itu terkait dengan omicron, karena dia mnyebut itu hanya kasus influenza biasa.

“Iya memang banyak anak yang saat ini menderita batuk pilek. Jangan lantas disimpulkan itu omicron, tanpa adanya tes laboratorium jangan ambil keputusan,”kata dr Hendra, Rabu (2/2/2022) di Pacitan.

Sementara itu, berdasarkan kabar yang beredar, di Pacitan telah terdapat dua pasien dengan Omicron juga dibenarkan oleh dr Hendra.

“Iya benar, satu kemudian test di Madiun dan kemudian satu anggota keluargannya terpapar. Jadi ada dua pasien positif Omicron. Mereka lakukan isolasi mandiri. Dan saat ini sudah dinyatakan sembuh, jadi aman,”jelasnya.

Lebih lanjut, dr Hendra menambahkan, satu satunya usaha dalam menangkal penyebaran virus adalah dengan optimalisasi vaksinasi.

“Omicron tidak sebahaya varian seperti delta dan Beta tapi daya tularnya lebih cepat, tetap waspada. Vaksinasi menjadi hal penting dalam mencegah sebaran virus. Masyarakat tetap harus patuhi prtokol Kesehatan,”pungkas dr Hendra kepada pewarta.

Video Bagaimana Strategi Dinkes Pacitan Selesaikan 42.444 Sasaran Vaksinasi Anak?