Hujan Deras, Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Pacitan

oleh -Dibaca 4.390 kali
Pengendara sepeda motor kesulitan melewati jalan akibat air meluber ke jalanan di Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo pada Kamis (11/11/2021) pagi. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pacitan pada Kamis (11/11/2021) menyebabkan air meluap, banjir dan longsor di sejumlah daerah di Pacitan.

Berdasarkan pantauan pada Kamis (11/11/2021) pagi, air di Sungai Cangkring di Kecamatan Ngadirojo meluap dan menyebabkan banjir di kawasan tersebut. Sementara, di wilayah Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo dilaporkan juga terjadi luapan air sungai yang menyebabkan air meluber ke jalanan dan menyulitkan pengendara untuk melintas.

Di kawasan Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, air meluap dan meluber ke jalanan, tepatnya di depan Balai Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo.

Sementara di wilayah Kota, tepatnya di Desa Arjowinangun, air dari selokan sempat meluap ke jalanan sehingga menggenangi jalanan di kawasan itu. Saat berita ini ditayangkan, air yang meluber ke jalanan di wilayah Desa Arjowinangun dikabarkan sudah surut.

Sungai Grindulu di wilayah Kota sendiri sudah mengalami peningkatan debit air yang bercampur sampah menyusul hujan deras yang terjadi pada Kamis pagi. Namun kondisi sungai terbesar di Pacitan tersebut masih dalam taraf kenaikan normal.

Sementara, di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Ngrijang, Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, air menggenangi jalanan sehingga menyulitkan pengendara melintasi jalanan tersebut.

Selain banjir, peristiwa tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik di Pacitan, salah satunya di Kecamatan Tulakan. Rumah milik Kariyah, warga RT/RW 04/IV Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan tertimpa material longsor.

Longsor menimpa rumah Mbah Kariyah di Dusun Jeruk, Kecamatan Tulakan pada Kamis (11/11/2021) pagi. (Foto: Istimewa)

“Telah terjadi tebing rumah longsor pagi ini, menimpa Rumah Mbah Kariyah RT/RW IV, Karantalun, Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, sementara kerugian belum bisa di hitung,”kata Susilo Dwi Santoso, salah satu relawan kemanusiaan dari Organisasi Sosial Petarung kehidupan Pacitan (OSPKP).

Selain di Desa Ngumbul, Susilo juga mengabarkan tanah longsor menimpa rumah Tukadianto, warga RT/RW 03/I Dusun Krajan, Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan.

Sebelumnya, pada Rabu (10/11/2021) kemarin, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo saat dihubungi mengatakan saat ini masih awal memasuki musim penghujan. Musim hujan diperkirakan sampai bulan Maret 2022.

Untuk itu, Didik juga mengimbau masyarakat untuk waspada dengan adanya dampak hidrometeorologi di Pacitan.

“Namun kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi di Pacitan harus terus ditingkatkan, kita sudah mengkomunikasikan dengan dinas terkait yang mempunyai peralatan-peralatan berat,”ujarnya.

Menurut Didik, masyarakat bersama Pemerintah diharapkan bersama-sama untuk mengurangi dampak dari bencana di musim penghujan ini.

“Saya mengimbau masyarakat untuk waspada dengan adanya musim penghujan ini, kemudian masyarakat dapat memahami dimana posisinya saat hujan, intinya kita bersama mengurangi dampak dari bencana,”pungkasnya. (red/Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.