Peringatan Hari Wayang Sedunia, Bupati Berharap Seni Budaya Pacitan Terus Dilestarikan

oleh -Dibaca 375 kali
Bupati dan Wabup Pacitan saat peringatan Hari Wayang Sedunia, Selasa (9/11/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, TULAKAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap seni budaya asli Pacitan dapat mendunia untuk bisa bersaing dengan kesenian-kesenian dari negara lain. Keinginan orang nomor satu di Pacitan itu bukan tanpa alasan, mengingat Pacitan kaya akan ragam seni budaya.

Pernyataan itu disampaikan Bupati didampingi Wakil Bupati Gagarin saat menghadiri Peringatan Hari Wayang Nasional 2021 yang diselenggarakan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Pacitan di Sanggar Seni Unggul Pawenang Desa Jatigunung Kecamatan Tulakan, Selasa (9/11/2021).

Seperti halnya wayang kulit yang sudah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai karya Kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga, seni budaya lokal Pacitan pun bisa mencapai level tersebut. Syaratnya, ada keterlibatan semua pihak untuk mengenalkan dan melestarikan kesenian tersebut.

“Kita harus jadi bagian dari bangsa Indonesia untuk melestarikan budaya adiluhung ini. Kedepan yang kita punyai harus dapat bersaing dengan budaya negara lain. Kita punya banyak kesenian lokal yang juga bisa mendunia,”kata Bupati, mengutip siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Bupati mencontohkan, seni Kethek Ogleng yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat tidak hanya Pacitan namun juga nasional.

Kesenian yang mengilhami polah tingkah kethek atau kera itu merupakan karya besar seniman asli Pacitan asal Desa Tokawi Kecamatan Nawangan yang sudah mendapatkan hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Saya sangat bangga, meski dengan kondisi saat ini yang sulit akibat pandemi COVID-19, akan tetapi dengan segala keterbatasan para seniman masih memiliki semangat melestarikan seni budaya khususnya wayang kulit,”jelasnya.

Peringatan Hari Wayang Nasional 2021 di gelar PEPADI Kabupaten Pacitan dengan menggelar wayang kulit menampilkan dalang cilik Falah Abdillah Priyono mengambil lakon Babat Alas Wonomarto. (red/Humas/DP)