Saran Bupati untuk Petani Kopi Desa Gembuk: Sesuaikan dengan Lidah Masyarakat Pacitan

oleh -Dibaca 415 kali
DIALOG DENGAN PETANI KOPI. Bupati Aji saat mengunjungi Desa Gembuk dan berdialog dengan petani kopi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Berada di dataran tinggi dan bersuhu dingin, Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung memiliki potensi menjanjikan untuk budidaya tanaman kopi. Bahkan konon kabarnya, jenis tanaman semak tersebut sudah ada sejak jaman penjajah Belanda.

Warga Desa Gembuk mengembangkan tanaman kopi ini  turun temurun dan sudah dikenal di pasar lokal Pacitan. Saat ini kurang lebih 20 hektar lahan kopi  berhasil dikembangkan kelompok tani kopi setempat.

Ini belum termasuk 10 hektar tanaman kopi lainya yang tumbuh subur di pekarangan warga.

“Potensi kopi di Desa Gembuk ini sangat menjanjikan. Sesuai pitutur para sesepuh kopi di Desa Gembuk ini sudah turun temurun sejak penjajahan Belanda,”kata Suryadi, ketua kelompok tani kopi setempat, seperti dikutip dari laman Humas Pemkab Pacitan, Selasa (7/9/2021).

Dengan luasan tersebut produksi kopi petani Desa Gembuk kata Suryadi bisa mencapai 1 ton. Atau, jika dalam kondisi baik satu petani mampu menghasilkan 50 Kg biji kopi.

Hanya saja menurutnya, petani harus menghadapi kendala klasik yakni, tidak stabilnya harga kopi di pasaran.

Menanggapi keluhan para petani kopi tersebut, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memberikan saran agar petani mengolah biji kopi menjadi barang jadi siap seduh.

Hal itu disampaikan Bupati saat bertemu dan berdialog dengan petani kopi di Desa Gembuk.

Agar lebih cepat dikenal, Bupati mengatakan olahan kopi harus menyesuaikan dengan lidah masyarakat Pacitan.

“Ini adalah cara sederhana tapi patut untuk dicoba karena rata-rata warung di Pacitan menjual kopi sachet,”kata Bupati, Selasa (7/9/2021).

Bupati berharap  petani kopi Desa Gembuk tidak turun semangat meskipun harga biji kopi saat ini sedang turun.

Selain itu, kata dia, petani harus konsisten dan berkelanjutan dalam memproduksi kopi agar mendapat kepercayaan pasar.