Antisipasi Kelangkaan Oksigen, Pemkab Pacitan Bisa Pertimbangkan Beli Alat Pengisian Oksigen Mandiri

oleh -Dibaca 594 kali
Foto Ilustrasi: Tabung oksigen. (Foto: freepik.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dan sejumlah elemen masyarakat terus mengupayakan adanya pasokan oksigen untuk kebutuhan pasien coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang dirawat di di Pacitan.

Terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga telah menyediakan pasokan oksigen. Namun hal itu belum cukup, karena banyak masyarakat yang menggunakan, sehingga pemakaian menjadi overload dan pasokan di BPBD dihentikan sementara.

Mengantisipasi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ronny Wahyono menyarankan Pemkab bisa mempertimbangkan untuk membeli alat pengisian oksigen mandiri untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono. (Foto: Dok. Pacitanku.com)

“Jadi saat sekarang ini yang menjadi persoalan adalah kekurangan tabung oksigen, karena ada peningkatan pasien COVID-19, sehingga kami berharap, yang pertama mengharapkan RSUD dan Dinkes terus berkoordinasi secara aktif dengan berbagai lembaga instansi yang memang menyediakan penisian tabung oksigen,”kata Ronny Wahyono saat ditemui Pacitanku.com, Ahad (18/7/2021) sore.

“Yang kedua bisa dipikirkan secara cepat untuk menyediakan peralatan untuk mengisi tabung oksigen itu sendiri di RSUD maupun Dinkes,”imbuhnya.

Menurut Ronny, ada beberapa perlataan dengan kapasitas yang berbeda-beda yang bisa dibeli untuk mengisi tabung oksigen itu sendiri. Di sisi lain, kata Ronny, Pemkab juga bisa menggunakan dana refoccusing untuk COVID-19.

“Artinya juga ada pos belanja tidak terduga yang bisa kita gunakan untuk hal tersebut sehingga disini apabila memang dari pemerintah daerah ingin menggunakan dana tersebut untuk membeli alat yang bisa mengisi tabung oksigen secara mandiri ya tentu saja akan kami dukung,”jelas dia.

Meski harga alat pengisian tesebut cukup mahal, namun Ronny menyebut hal itu semata untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat kabupaten Pacitan.

“Jadi memang alat itu kalau dengar memang harganya cukup mahal, akan tetapi sekali lagi nyawa manusia itu tak ternilai harganya atau lebih mahal sekali, monggo dipikirkan Bersama,”pungkas legislator Partai Demokrat (PD) Pacitan ini.

Mengutip data dari laman penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, pada Ahad kemarin terjadi penambahan sebanyak 145 pasien positif COVID-19, 92 pasien sembuh dan meninggal bertambah 4 orang. Dengan demikian, jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat atau dipantau melonjak menjadi 442. Sementara angka kematian bertambah menjadi total 105.

Adapun total warga Pacitan terpapar COVID-19 sejak April 2020 lalu sebanyak 4.508  dan total kesembuhan 3.961 orang.

Pewarta: Dwi Purnawan

Video Sempat Alami Kelangkaan, Pasokan Oksigen di RSUD dr Darsono Tiba

No More Posts Available.

No more pages to load.