Terdampak Pandemi, KONI Pacitan Hentikan Pembinaan Atlet

oleh -13427 views
Ketua KONI Kabupaten Pacitan Joko Prayitno. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) sangat berpengaruh besar pada semua kegiatan pembinaan atlet. Banyak cabang olah raga (cabor) yang tidak bisa melakukan proses pelatihan peningkatan kemampuan atletnya.

Peringatan pemerintah terkait dengan pembatasan fisik dalam rangka pencegahan penyebaran corona, juga menyebabkan atlet tidak bisa lakukan aktifitas diluar rumah dengan leluasa.

Pengurus cabang (Pengcab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pacitan, sampai saat ini pun masih belum bisa berbuat banyak terkait proses pembinaan, baik secara pembiayaan juga secara aktifitas.

Tak hanya itu, anggaran pembinaan atlet  juga mengalami refocusing, sehingga banyak kompetisi olahraga daerah atau provinsi berhenti.

“Anggaran KONI pun juga mengalami pengalihan untuk COVID-19. Jangankan event olahraga  daerah, PON 2020 pun juga ikut ditunda. Ya mau bagiamana lagi kondisinya seperti ini. Kami ya hanya bisa menunggu keputusan pemerintah,”kata Joko Prayitno, Ketua KONI Pengcab Pacitan, Selasa (9/6/2020) di Pacitan.

Meskipun demikian, beberpa cabor sudah  ada yang memulai pelatihan secara bertahap. Seperti cabor catur, saat ini sudah mulai melakukan aktifitas pembinaan dan kompetisi dibeberapa daerah.

Ya, Percasi sudah melakukan pembinaan dan kompetisi. Pacitan sendiri juga sudah ikut berpartisipasi. Dan allhamdulillah dapat juara juga. Kaitanya anggaran ya mau gak mau saya harus bertanggung jawab untuk mereka agar bisa ikut kompetisi bagaimanapun itu. Karena anggaran di KONI juga belum bisa dicairkan,”jelas pria yang akrab disapa Joko Restu ini.

Lebih lanjut, Joko mengatakan, pembatasan aktifitas fisik dalam pembinaan atlet ini belum jelas batas waktunya, baik daerah atau nasional.

“Belum tahu kapan pembatasan ini akan berakhir. Dan kalopun berakhir anggaran pun juga belum jelas bagiamana. Kembali lagi semuanya di refocusing untuk penanganan COVID-19,”pungkasnya.

Pewarta: Julian Tondo
Editor: Dwi Purnawan