Wisma Atlet Pacitan Kembali Jadi Tempat Karantina, Kebutuhan Penghuni Harus Ditingkatkan

oleh -13383 views
SIDAK. Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ririn Subianti, Kamis kemarin. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan kembali menggunakan wisma atlet di lingkungan Jaten, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan sebagai lokasi karantina.

Saat ini sejumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dikarantina di wisma atlet tersebut.

Atas keputusan itu, anggota komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan, Ririn Subianti meminta peningkatan kebutuhan penghuni di lokasi karantina tersebut.

“Diaktifkannya kembali wisma atlet sebagai lokasi karantina, saya tentu mengharapkan pemerintah melalui gugus tugas COVID-19 memperhatikan sarana pendukung yang memadai,”kata Ririn, Sabtu (2/5/2020) di Pacitan.

Baca juga: Gugus Tugas Pacitan Kembali Persiapkan Wisma Atlet Sebagai Lokasi Karantina

Sejumlah saran penunjang tersebut, imbuh Ririn, seperti fasilitas, menu makanan, psikologi pasien, dan hak-hak para petugas di, wisma atlit tersebut.

“Pertama, harus ada peningkatan sarana fasilitas baik untuk pasien maupun petugas di lokasi karantina, untuk pasien buat senyaman mungkin, penuhi kebutuhan gizi dan kecukupan lainnya apalagi ini di bulan ramadhan tentu apabila asupan gizi kurang akan berpengaruh pada imunitas pasien,”kata legislator yang membidangi komisi bidang kesejahteraan rakyat ini.

Baca juga: Fasilitas Karantina di Wisma Atlet Pacitan Disebut Memprihatinkan

Ririn juga menyebut, untuk petugas medis dan petugas keamanan saya berharap peemerintah dapat memenuhi  hak-hak pribadinya.

“Hak-hak pribadi petugas medis dan petugas keamanan di lokasi karantina juga wajib di perhatikan. Lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas, berikan suplemen dan nutrisi gizi, kalu ada berikan insentif khusus juga bagi mereka,” tutur politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Terkait insentif, Ririn mengatakan sudah dianggarkan untuk tenaga medis. Hanya saja belum dicairkan.

Baca juga: Evaluasi Wisma Atlet Sebagai Lokasi Karantina ODP, Ririn Usulkan Layanan On Call

Selain itu, Ririn menilai, jika kemudian terdapat keterbatasan dalam hal anggaran tentu pemerintah melalui gugus tugas COVID-19 harus segera memformulasikan terobosan lain.

“Apabila masih terdapat keterbatasan baik dalam anggaran maupun apapun, saya berharap pemerintah segera mencari terobosan baru ini penting mengingat pandemi yang kita hadapi saat ini menyangkut hak hidup masyarakat,”pungkasnya.

Data hingga Jumat (1/5/2020) malam WIB, Satgas COVID-19 Pacitan telah memantau sebanyak total 19.341 orang per Jumat (1/5/2020).

Dari total jumlah pantauan tersebut, sebanyak 18.789 berstatus orang sehat dengan risiko (ODR). Dari total ODR tersebut, sebanyak 4.485 masih dipantau dan 14.303 orang sudah selesai dipantau.

Kemudian sebanyak 538 berstatus orang dalam pemantauan (ODP), dimana total ODP selesai dipantau 495 orang dan dipantau 43 orang. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang dengan rincian 3 PDP masih dipantau, 2 PDP meninggal dunia dan 4 PDP selesai dipantau. Sementara 6 pasien dinyatakan positif COVID-19.  

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan