Tukang Cukur Pasien Positif Corona di Pacitan Lakukan Uji Swab

oleh -132.061 views

Pacitanku.com, PACITAN– Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan saat ini masih terkonsentrasi melakukan tracking atau pelacakan kepada sejumlah masyarakat yang diduga pernah melakukan kontak langsung dengan satu pasien positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) di Pacitan.

Untuk diketahui, pasien positif COVID-19 Pacitan yang merupakan salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) tersebut dinyatakan positif COVID-19 atau dalam istilah medis disebut COVID-19 conform berdasarkan hasil uji swab di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Kamis lalu.

Juru bicara percepatan penanganan COVID-19 Pemkab Pacitan, Rahmad Dwiyanto mengatakan, dari 11 orang, termasuk sopir ASN Kemenag tersebut, saat ini tengah dilakukan uji swab.

“Dari hasil rapid tes kit (RTK), 11 orang tersebut negatif. Akan tetapi, saat ini mereka tengah menjalani uji swab untuk memastikan apakah mereka benar negatif atau COVID-19 conform. Saat ini 11 orang tersebut berstatus orang tanpa gejala (OTG),” bebernya.

Menurut Rachmad, sebelum melakukan karantina dan isolasi di rumah sakit, satu pasien COVID-19 conform tersebut, banyak berinteraksi dengan masyarakat. Ia dikabarkan banyak menghadiri kegiatan keagamaan, kendurian dan juga menghadiri undangan pernikahan.

“Saat pulang dari kegiatan sosialisasi penyelenggaraan haji di asrama haji Sukolilo Surabaya, yang bersangkutan juga sempat memanggil tukang cukur pribadinya ke rumah. Tentu orang tersebut harus ikut dilakukan uji swab, guna memastikan apakah negatif atau positif COVID-19. Sebab tukang cukur itu diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif COVID-19,” bebernya.

Saat ditanya jumlah warga masyarakat yang dilakukan tracking, Rachmad hanya bisa mengatakan cukup banyak. Sebab satu ASN yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut sebelumnya banyak melakukan interaksi dengan masyarakat.

“Saat ini tim gugus tugas terus melakukan pendekatan dan pendataan. Setelah itu, semua akan dilaksanakan uji swab,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan