Dirut RSUD dr Iskak Tulungagung: Pasien Rujukan dari Pacitan Masih Berstatus PDP, Bukan Positif COVID-19

oleh -13439 views
Petugas berpakaian APD lengkap berupa baju hazmat mendorong tempat tidur beroda tempat pasien berstatus dalam pengawasan Corona menuju ruang isolasi RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jumat (13/3/2020) (ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko)

Pacitanku.com, TULUNGAGUNG – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung memastikan pasien rujukan dari RSUD dr Darsono Pacitan yang mereka terima pada Jumat (13/3/2020) malam masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), bukan positif coronavirus disease 2019 (COVID-19) seperti santer berkembang di media sosial sehari terakhir.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, Supriyanto Dharmoredjo melalui keterangan pers humas RSUD dr Iskak yang diterima Pacitanku.com, Sabtu (14/3/2020) mengimbau masyarakat agar tidak panik apalagi terprovokasi isu hoaks.

Isu hoaks tersebut kerap muncul seiring pasien yang mendapat perlakuan khusus karena memilki gejala klinis batuk-pilek disertai demam yang mirip gejala Corona.

“Yang benar adalah RSUD Pacitan merujuk pasien menderita demam dan batuk pilek. Namun karena pasien baru pulang dari Hong Kong dan transit di Singapura pada 2 Maret 2020, dan kemudian  di bawa ke RSUD Pacitan. Karena pasien baru pulang dari negara yang terpapar oleh virus COVID-19 maka sesuai prosedur pihak RSD Pacitan dan kita RSUD Dr. Iskak melakukan protokol penanganan seperti pasien yang terkena COVID-19,” terang dr. Supriyanto.

Hasil observasi yang dilakukan tim medis RSUD dr Darsono Pacitan, disimpulkan pasien mengalami gejala klinis flu, tapi bukan atau belum dinyatakan kasus Corona.

Status pasien lalu ditingkatkan dari sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan(ODP) menjadi PDP sesuai arahan Kemenkes dan SOP yang ada.

“Maka perlakuan stantar dari RSUD dr. Iskak Tulungagung setelah menerima rujukan dari RSUD Pacitan adalah melakukan pengawasan dan dirawat diruang isolasi. Sama seperti pasien dari Ngadiluwih dan Rejotangan sebelumnya yang  ternyata hanya sakit batuk pilek biasa,” katanya.

Priyanto menegaskan, prinsip kerja yang diberlakukan RSUD dr Iskak adalah sesuai  standar protokol  penanganan pasien di dunia medis, yakni  lebih baik kita berlebihan dalam menanganani pasien/penyakit dari pada kita kecolongan.

“Jadi, terhadap semua pasien yang mengalami sakit batuk pilek, demam tinggi dan ada riwayat bepergian dari daerah atau negara yang sudah terpapar virus Corona perlu kita waspadai. Pasien kita rawat seakan-akan memang sudah terinfeksi virus Corona, sampai kemudian terbukti tidak secara laboratoris dan klinis,” tandasnya.

Informasi yang beredar di kalangan wartawan, pihak RSUD dr Iskak Tulungagung akan melakukan swap tenggorkan pasien rujukan tersebut untuk dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di DKI Jakarta.

Pihak RSUD dr Iskak secara resmi menyatakan bahwa sampai hari ini belum atau tidak ada pasien yang positif terinfeksi COVID-19 di Tulungagung maupun yang sedang dirawat di RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

“Saya minta agar masyarakat tetap tenang, silahkan tetap beraktifitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu yang tidak diyakini kebenarannya, jaga kondisi fisik dengan istirahat dan makan minum yang cukup, sesering mungkin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau “disiramkan, atau anti septik dengan teknik 6 langkah cuci tangan, batuk atau bersin dengan etika batuk yang benar serta tidak sembarangan menyentuh wajah dalam keadaan tangan belum dicuci,’ ujarnya.

Sebagai tambahan, setiap selesai keluar rumah harap langsung ganti baju dan segera mencucinya dengan sabun atau detergen lain.

Priyanto juga mengimbau warga untuk tidak mengusap wajah dalam keadaan tangan belum dicuci, bersin dan batuk senantiasa dengan cara yang benar yaitu ditutupi dengan lengan posisi siku ditekuk dan sebagainya.

“Masyarakat harap lebih bijaksana dalam menyikapi setiap berita yg beredar di medsos agar tidak terjadi kepanikan,”pungkasnya.