Tanggulangi DBD, Pemkab Pacitan Berencana Lakukan Pengadaan Alat Pemisah Darah

oleh -13218 views

Pacitanku.com, PACITAN – Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin meluas. Bahkan di Jawa Timur, penyakit DBD ini terbilang sangat mengkhawatirkan.

Di Pacitan sendiri sudah tercatat sebanyak 208 penderita, salah satunya Bupati Pacitan Indartato, juga harus menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Yogyakarta.

Informasi yang diterima wartawan, selama ini rumah sakit ataupun puskesmas di Pacitan belum memiliki alat untuk memisahkan darah utuh (full blood) menjadi bagian-bagian penting. Seperti plasma darah ataupun trombosit.

Karena itulah, tak jarang bagi penderita DBD yang sudah memasuki fase tertentu harus dilarikan ke luar daerah untuk segera mungkin mendapatkan transfusi trombosit.

“Kita memang belum memiliki alat untuk memisahkan full blood menjadi bagian-bagian penting yang bisa untuk dilakukan transfusi trombosit bagi penderita DBD,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Hendra Purwaka, Jumat (13/3/2020).

Hendra mengatakan salah satu alat yang dibutuhkan untuk membuat komponen darah trombosit yaitu Centrifuge WB komponen.

Akan tetapi, apabila Pemkab hendak melakukan pengadaan, disamping harganya mahal, juga kapasitasnya belum mencukupi untuk jumlah penderita.

“Sebab sekali buka segel untuk pemisahan darah, itu untuk 750 sampai 1.000 penderita. Sedangkan di Pacitan paling banyak hanya 400 sampai 500 penderita,”terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Sehingga, kata Hendra, selebihnya harus dibuang dan tidak dibisa dipergunakan lagi.

Ya dilematis memang. Yang jelas cost sangat tinggi. Namun kalau itu untuk kepentingan pelayanan masyarakat, ya tidak ada persoalan,”ujarnya lagi.

Perlu diketahui, harga alat pemisah darah tersebut, diperkirakan sekitar Rp800 juta. Informasi yang diterima wartawan, Bupati Pacitan Indartato berkehendak agar rumah sakit bisa mengadakan peralatan tersebut untuk pelayanan masyarakat yang lebih optimal ketika ada serangan DBD.

Sementara itu saat ini, kondisi kesehatan Bupati Indartato, semakin membaik. Hanya saja, orang nomor satu di Pemkab Pacitan tersebut, masih harus menjalani perawatan intensif. Sebab kondisinya masih lemah dan perlu pemulihan.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan