BPBD Sebut 5 Kecamatan di Pacitan Terdampak Cuaca Ekstrem

oleh -1.390 views
CUACA EKSTREM. Relawan BPBD membersihkan sebuah pohon tua yang tumbang saat angin kencang yang melanda Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan pada Senin (30/12/2019) siang. (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menyebutkan setidaknya lima kecamatan terkena dampak cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang sejak sepekan terakhir atau akhir tahun 2019 hingga awal tahun baru 2020.

Kepala Sie Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Aswin Rikha Wijaya saat dihubungi Pacitanku.com melalui sambungan telepon, Sabtu (4/1/2020) di Pacitan mengatakan wilayah terdampak hingga Sabtu (4/1/2020) adalah wilayah Arjosari, Nawangan, Bandar, Punung dan Tulakan.

“Untuk kondisi saat ini, kalau untuk rawan bencana, hampir semua kecamatan itu rawan bencana, karena hampir 85 persen wilayah di Pacitan itu pegunungan, sampai saat ini yang sudah terdampak itu di beberapa titik, tapi tidak terlalu signifikan, itu seperti Arjosari, Nawangan, Bandar, Punung, Tulakan,”kata Awin.

Beberapa peristiwa bencana alam di akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 diantaranya adalah pohon tua tumbang saat angin kencang yang melanda Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan pada Senin (30/12/2019) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam kejadian itu, dua rumah warga rusak. Yang pertama adalah rumah milik Katni (47) dan kedua rumah milik Rebo di RT/RW 03/XIX, Dusun Ngagik, Desa Bandar, Kecamatan Bandar rusak parah akibat tertimpa pohon tersebut.

Baca juga: Ada Tanah Amblas di Punung, Lubang Berdiameter Hampir 5 Meter

Sebelumnya kejadian angin kencang juga  menyebabkan kerusakan rumah milik dua warga, yakni Sirun dan Tuimin yang merupakan warga Dusun Pule, Desa Gondang, Kecamatan Nawangan.

Peristiwa bencana alam sepekan terakhir kemudian berlanjut saat hujan deras yang terjadi pada awal tahun baru 2020 menyebabkan tanah amblas yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Mantren, Kecamatan Punung. Di kecamatan Punung, juga teradi peristiwa bencana alam jalan amblas di Dusun Petung Desa Tinatar.

TANAH AMBLAS. Bupati Pacitan Indartato bersama jajaran meninjau langsung lokasi bencana. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Tak hanya itu, peristiwa longsor juga terjadi di Dusun Drono, Desa Temon Kecamatan Arjosari. Peristiwa tersebut menyebabkan rumah bagian dapur milik Mukriyanto, warga setempat rusak akibat tertimpa longsor dari tebing setinggi 7 meter di belakang rumah. tepa

“Itu satu rumah warga milik Pak Mukriyanto, longsor itu menimpa dapur semi permanen, itu rusak dengan lebar 5×5 meter. Kemudian untuk kerusakan bangunan itu hanya pada satu tembok saja, satu tembok pembatas saja. Kemarin kita sudah langsung tinjau lokasi, PMI, bersama Kecamatan dan Desa bersama-sama meninjau kerusakan dari bangunan tersebut, dikarenakan hujan dan longsor tinggi,”jelas Aswin.

Setelah peristiwa tersebut, Aswin mengatakan BPBD telah memberikan bantuan logistik kepada Mukriyanto, berupa satu paket sandang, matras dan terpal.

“Dari segi kedaruratan kemarin juga mengadakan rapat dengan warga untuk membuat surat kepada bupati terkait kerusakan tersebut agar ditindaklanjuti oleh OPD terkait,”tandasnya.

Yang terbaru, kata Aswin, peristiwa bencana alam akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan angina kencang menimpa rumah warga di wilayah Kecamatan Nawangan pada Sabtu (4/1/2020) siang.

“Kemudian yang terbaru ini baru saja tadi informasi masuk pada Sabtu pukul 14.30 WIB itu bahwa terdapat satu rumah itu kena roboh itu akibat angin kencang, yakni milik Bapak Misno di RT 4 RW 7 Dusun Bulu Desa Ngromo Kecamatan Nawangan, besok (Minggu-red) kita akan tinjau lapangan terkait peristiwa tersebut,”jelasnya.

Atas berbagai rentetan peristiwa bencana alam selama sepekan terakhir di Pacitan, Aswin menghimbau masyarakat untuk senantiasa waspada kemungkinan terjadinya bencana alam.

“Jadi cuaca yang ekstrem sampai hari ini sampai 3 hari kedepan yakni hari Senin (6/1/2020), pantauan BMKG intensitas sedang ke tinggi, imbauan saya tetap yang pertama warga masyarakat waspada tingginya curah hujan, terutama yang di pegunungan, di lereng- lereng, agar selalu waspada, seyogyanya membawa tas siaga bencana, sewaktu-waktu dibutuhkan tas bisa diambil , sewaktu terjadi logsor tas bisa diambil kemudian bergeser ke tempat lapang,”pungkasnya.

Apa itu tas siaga bencana?

Dilansir dari akun resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (4/1/2020), tas siaga bencana adalah tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lainnya yang memiliki fungsi untuk membantu bertahan hidup saat bantuan belum tiba. Selain itu, tujuan dari tas siaga bencana ini yaitu untuk mempermudah masyarakat saat proses evakuasi dilakukan.

Sayangnya, informasi mengenai pentingnya mempersiapkan tas ini belum tersebar luas di masyarakat. Untuk itu, penting dari sekarang untuk mempersiapkan tas siaga bencana Anda. Pilih salah satu tas yang ukurannya paling besar yang ada di rumah Anda. Catatlah barang-barang yang diperlukan oleh Anda dan keluarga. Setelah itu, pertimbangkan mana barang yang lebih penting untuk dibawa.

Jika sudah terkumpul semua, simpanlah tas tersebut di area yang mudah dijangkau dan jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga letak penyimpanannya.Dengan begitu, saat bencana alam melanda, Anda sudah siap menghadapinya, setidaknya mampu membantu untuk mempertahankan hidup sebelum bantuan datang.

Bagi Anda yang belum tahu isi dari tas siaga bencana, BNPB membagikan rinciannya melalui laman dan akun Twitter BNPB. Yang pertama ialah surat-surat penting. Beberapa surat yang harus dibawa di antaranya ialah surat tanah, surat kendaraan, ijazah, dan akta kelahiran.

Sebagai kebutuhan pokok, sandang dan pangan pun jangan lupa untuk diikutsertakan. Untuk sandang siapkanlah pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan. Untuk makanan, pilihlah makanan yang ringan dan tahan lama, seperti mi instan, biskuit, abon, cokelat, dan bubur instan. Selain itu, air minum pun perlu diperhatikan agar Anda tidak mengalami dehidrasi. Bawalah air yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama tiga hari.

Saat menghadapi bencana, jangan lupa mememasukkan kotak P3K ke dalam tas siaga bencana. Selain itu, bawa pula obat-obatan pribadi untuk keluarga Anda yang mungkin memiliki penyakit khusus. Satu hal penting lainnya ialah telepon genggam atau radio. Dengan alat komunikasi tersebut, Anda bisa memberi kabar kepada keluarga atau saudara di daerah lainnya. Selain itu, Anda bisa lebih mengetahui informasi yang beredar.

Meski bukan hal yang mendesak, peralatan mandi sebaiknya dibawa. Hal ini penting untuk menjaga tubuh Anda dari bahaya virus dan bakteri yang menyebar. Peralatan mandi biasanya meliputi sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, dan cotton bud.

Perlengkapan lainnya yang harus ada di tas siaga bencana adalah masker dan peluit. Masker dapat Anda gunakan untuk menyaring udara kotor atau tercemar, sedangkan peluit sebagai alat untuk meminta pertolongan saat keadaan darurat.

Banyak hal yang tidak bisa dilakukan tanpa uang, untuk itu Anda perlu memasukkannya ke dalam tas. Bawalah uang secukupnya saja, paling tidak mampu membantu untuk tiga hari ke depan. Yang terakhir, bawalah alat bantu penerangan seperti senter atau lampu kepala.