Melihat Geliat Industri Batik Pacitan dari Desa Jlubang

oleh -609 views
Bantik pace dengan motif kuda hitam buana, dari Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan terus dikembangkan. (Foto: Diskominfo)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Batik pace khas Pacitan terus mengalami perkembangan. Terbaru, batik pace dengan motif kuda hitam buana, dari Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan terus dikembangkan.

Mengutip dari laman Pemkab Pacitan pada Jumat (29/3/2019), batik tersebut terinspirasi gagahnya Kuda. Batik jenis ini lahir pada tahun 2014 lalu dan memperkaya koleksi batik tulis Pacitan

Atik Hariati, pengurus kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Jlubang, Pringkuku, Pacitan tersebut mengatakan sebanyak 20 anggota terus menciptakan karya baru tetap dengan pakem pace namun membawa simbol kuda pada setiap karyanya.

Atik mengatakan diusianya kini yang menginjak lima tahun, kuda terbang getol mengikuti berbagai Even baik lokal kabupaten dan regional. “Konsentrasi kita masih peningkatan kualitas,”kata dia.

Lebih lanjut, Atik mengatakan kuda terbang dari Jlubang ini memang baru di kancah batik. Dibalik karya indahnya tersimpan berbagai permasalahan, mulai sulitnya pemasaran produk, sampai pada pengadaan bahan baku. “Kita belanja bahan ke Solo, Jateng. Kami berharap pemangku kebijakan melakukan sesuatu,”ungkap dia.

Sebagai informasi, pesona Batik Pace Kabupaten Pacitan pada tahun 2013 mendapat pengakuan atau hak paten dari Kemenkumham. Kabar baik itu membawa Batik Pace digemari masyarakat baik di Pacitan hingga Mancanegara.

Diketahui, potensi baru di Kecamatan Pringkuku merupakan angin segar, mengingat hingga kini batik Pacitan berkiblat di Kecamatan Ngadirojo dimana lahirnya batik Pacitan juga dari wilayah tersebut.

“Lahirnya Kuda Terbang Buana Jlubang merupakan Inovasi yang harus kita apresiasi,”kata Ketua Dekranasda Pacitan Luki Tribaskorowati Indartato.

Dia mengungkapkan apresiasi yang dilakukan Luki tidak sekedar kata-kata, melainkan mengajak pelaku untuk aktik mengikuti pelatihan-pelatihan yang sering digelar baik dari Dekranasda, PKK ataupun Instansi terkait suapaya kualtas produk baru tersebut mampu bersaing dengan yang lain.

“Kita juga terus mengevaluasi setiap produk, hingga kini Batik Kuda terbang Buana Jlubang sangat layak untuk dikenakan,”pungkasnya. (Diskominfo/RAPP002)