Empat Korban Tanah Longsor Kebonagung Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia

oleh -131.290 views
EVakuasi jenazah korban tanah longsor di Kebonagung. (Foto: IST)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Empat korban bencana alam tanah longsor yang terjadi RT/RW 02/II Dusun Jambu, Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung ditemukan relawan gabungan dalam keadaan meninggal dunia.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan pada Sabtu (8/12/2018) pagi melaporkan sebanyak empat korban meninggal dunia dengan identitas Sogirah (46) dan Bogiyem (72), Misgiman (62) danKatinem (58). Keempat korban ditemukan oleh relawan gabungan setelah dilakukanpencarian sejak Sabtu pagi pukul 05.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB.

Peristiwa longsor yang merenggut empat nyawa di Kebonagung tersebut terjadi pada Jumat malam pukul 21.30 WIB. Empat jam setelah peristiwa, masyarakat relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), BPBD, Satlinmas, Banser, Tagana tiba dirumah Misgiman.

Relawan mencoba mencoba memanggil namun tidak ada respon daridalam rumah, warga berusaha masuk kerumah namun karena tanah masih disekitar rumah masih labil dan terus bergerak proses sehingga proses evakuasi dihentikan. Pencarian dilanjutkan pada Sabtu pagi dan keempat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selain empat korban meninggal dunia akibat tanah longsor, banjiryang terjadi sejak semalam sendiri dilaporkan sudah mulai surut sejak Sabtu (8/12/2018) pagi pukul 05.00 WIB.

BPBD juga merilis jumlah relawan yang turut melakukan evakuasi dalam bencana alam kali ini, terdiri dari TRC BPBD 15 personil, SAR Linmas,BANSER 15 personil, TNI, BASARNAS 9 personil, relawan PB Desa, SAR MTA 16 Personil, SENKOM, DINSOS /TAGANA 15 personil, POLRES Pacitan, MDMC 16 personil, RAPIPacitan 12 personil.

Data BPBD Pacitan yang diperoleh Pacitanku.com, Sabtu pagi pukul 09.00 WIB menyebut sebanyak 236 jiwa pengungsi tersebut adalah pengungsi banjir yang berada di Kecamatan Kebonagung dan Pacitan.

Adapun rinciannya adalah di Dusun Jelok, Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung, pengungsi di rumah warga berjumlah 217 Jiwa dengan rincian dewasa 195 jiwa dan balita 22 Jiwa. Kemudian pengungsi di Dusun Wetih, Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, pengungsi di rumah warga sebanyak empat jiwa dengan rincian dewasa dua jiwa, lansia satu jiwa dan balita satu jiwa.

Kemudian di Dusun Krajan, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, pengungsi di Rumah Warga sebanyak tiga jiwa, dengan rincian dewasa (1), anak(1) dan balita (1). Selanjutnya di Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, KecamatanKebonagung, pengungsi di Balai Desa Sidomulyo sebanyak 12 jiwa dengan rinciannya dewasa 8 jiwa, lansia dua jiwa dan balita dua jiwa.

Banjir dan tanah longsor ini sendiri disebabkan karena hujan lebat yang mengguyur wilayah kabupaten Pacitan sejak Jumat (7/12/2018) sore.Akibat banjir akibat luapan Sungai Jelok yang merupakan anak sungai Grinduluini menyebabkan permukiman warga dan lahan pertanian tergenang. Selain itu akses transportasi yang melalui jalan lintas selatan (JLS) ruas Pacitan-Kebonagung juga sempat terganggu.

Bupati Pacitan Indartato mengatakan pihaknya melalui dinas terkait akan segara melakukan pembenahan tanggul jebol yang menjadi penyebab banjir di kawasan Pacitan pada Jumat (7/12/2018) malam.

“Saya bersama jajaran SKPD dan BPBD untuk terjun langsung membantu mengevakuasi warga yang terisolir banjir, dan nanti kami akan berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk secepatnya membenahi tanggul yang jebol dari anak sungai Grindulu,”kata Indartato saat mendatangi lokasi banjir dikawasan Desa Kayen dan Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Jum’at(7/12/2018) malam.(RAPP002)