Ini Kronologi Evakuasi 4 Korban Meninggal Dunia Akibat Longsor di Kebonagung

oleh -131.668 views

Pacitanku.com, KEBONAGUNG — Empat korban meninggal dunia akibat bencana alam tanah longsor di RT/RW 02/II Dusun Jambu Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung pada Sabtu (8/12/2018).

Danramil 0801/02 Kebonagung Kapten Arh Budi Eko Prayanto mengatakan empat korban meninggal dunia tersebut adalah Sogirah (46), Bogiyem (72), Katminem (52), dan Misgiman (62).

Lebih lanjut, dia menceritakan proses evakuasi tersebut diikuti sekitar 300 orang, dengan penanggung jawab Kepala Pelaksana BBBD Kabupaten Pacitan.

“Pada pukul 06.00 WIB personel pencarian dan evakuasi korban tanah longsor mengerahkan 1 SST Kodim 0801/Pacitan, SSK Polres Pacitan, relawan 16 orang Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA), 20 orang BPBD Pacitan, 20 orang TAGANA Pacitan,”kata dia.

Selanjutnya, Budi mengatakan proses pencarian dimulai pukul 06.30 WIB Pencarian Korban bencana alam tanah longsor dimulai.

“Pukul 08.50 WIB Korban tertimbun tanah longsor diketemukan meninggal dunia atas nama Ibu Sogirah dan Ibu Bogiyem,”ujarnya.

Lima menit berselang, Budi mengatakan dua korban meninggal dunia tersebut dibawa ke Masjid Dusun Jambu untuk dimandikan dan rencana dimakamkan di TPU Dusun Jambu Desa Sidomulyo.

“Selanjutnya pada pukul 09.15 WIB ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Ibu Katminem, dan pukul 10.00 WIB diketemukan korban atas nama Bapak Misgiman,”imbuhnya.

Budi mengatakan karena Misgiman tidak punya keturunan, jenazah dibawa ke Rumah duka sanak Famili Desa Klesem Kecamayan Bonagung untuk disemayamkan,”jelasnya.

Usai ditemukan empat korban tersebut, Budi mengatakan digelar doa bersama anggota DPR RI Edhi Baskoro Yudhoyono yang hadir di lokasi didampingi Bupati Indartato.

Selain empat korban meninggal dunia, bencana alam tanah longsor tersebut juga menyebabkan kerugian materi sebesar Rp100 juta.”arumah Bapak Misgiman rusak total karena tertimbun material longsor,”tandas dia.

Secara umum, Budi mengatakan bencana longsor berujung maut itu disebabkan kerena curah hujan yang cukup tinggi dan konstur tanah serta posisi bangunan rumah yang persis dibawah tebing.

Sehingga, dirinya mengimbau masyarakat kususnya yang rumahnya dekat dengan tebing, apabila terjadi hujan agar meningkatkan kewaspadaan dan meninggalkan lokasi, untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, kerena saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk menyiagakan alat berat, untuk memudahkan pengerukan material apabila terjadi longsor, baik yang menimbun rumah maupun yang menutup jalan,”pungkasnya. (SRW/Wahyu/RAPP002)