Jembatan Amblas, Akses ke Pemandian Air Hangat-Desa Karangrejo Terhambat

oleh -102.050 views
Jembatan di Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari putus. (Foto: Febri Lindan/OWP)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Bencana banjir pada Kamis (25/1/2018) mengakibatkan jembatan di Desa Gayuhan, Kecamatan Arjosari amblas dengan kondisi lubang menganga hampir separuh dari jembatan.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, jembatan di desa tersebut mengalami amblas setelah terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir pada kurun waktu Rabu malam hingga kamis dini hari. Amblasnya jembatan tersebut menyebabkan lubang besar sampai setengah, kondisi aspal masih menggantung.

Akibatnya, kendaraan roda empat atau lebih dipastikan tidak bisa lewat. Sementara kendaraan roda dua bisa melewati dengan sangat hati-hati. Untuk sementara, jalur alternatif menuju ke Desa Karangrejo atau sebaliknya bisa melewati Dusun Gawang, Desa Sedayu.

Sebelumnya diketahui bencana alam banjir kembali terjadi di sejumlah titik di Pacitan pada Kamis (25/1/2018) dini hari WIB. Informasi dari pantauan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Pacitan yang diterima Pacitanku.com, sejumlah titik di Kecamatan Arjosari digenangi air dengan ketinggian hingga sepaha orang dewasa sejak Kamis dini hari pukul 00.30 WIB.

Di kawasan Arjosari, debit air sungai grindulu mengalami peningkatan cukup tinggi terutama air dari arah karanggede, Arjosari.

“Informasi di Gayuhan, Arjosari, debit air sudah mulai meningkat, kemudian untuk debit air di kali seputaran pondok tremas semakin naik dan sudah sampai di jalan,”demikian informasi dari RAPI Pacitan.

Bahkan, air sudah masuk koramil dan kantor desa arjosari. Di kawasan pusat kecamatan Arjosari tersebut, warga berbondong bondong mengevakuasi  barang-barang pasar bagi pedagang. Ketinggian air sesuai alat ukur sudah di 350 centimeter. Padahal batas ukuran ketinggian air 360cm.

Akibat debit air meningkat drastis tersebut, jalur utama dari Desa Mlati ke Arjosari sempat tidak bisa dilalui karena luapan sungai di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari.

Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gelombang atau ombak sendiri masih cukup tinggi hingga Kamis (25/1/2018) pukul 07.00 WIB, yang terpantau sekitar 2 hingga 4 meter di sepanjang perairan pulau Jawa. (RAPP002)