Pembangunan Ribuan Rumah Terdampak Bencana di Pacitan Disinkronkan dengan RTLH

oleh
Rapat pembangunan rumah terdampak bencana di Pacitan pada Sabtu (6//2018) kemarin. (Foto: Wahyu S Hart)

Pacitanku.com, PACITAN – Pembangunan rumah rusak akibat bencana alam yang terjadi pada Selasa (28/11/2018) lalu di Pacitan akan disinkronisasi dengan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang merupakan program dari Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya.

Komandan Tanggap Darurat Bencana Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang dalam keterangannya saat menggelar rapat rencana pembangunan 2000 RTLH di Pacitan, Sabtu (6/1/2018) mengatakan bahwa saat ini rumah yang sudah dibangun Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan Kodam V/Brawijaya sebanyak 440 unit rumah di Pacitan.

“Kita harapkan ada beberapa Institusi yg ingin membantu melaksanakan perbaikan, rencananya Provinsi akan bekerjasama dengan Kodam dalam pengerjaannya akan membangun 10.000 unit melalui RTLH, untuk 2000 unit di alokasikan di Pacitan, dan sisanya dialokasikan ke Kabupaten lain,”katanya.

Dia berharap pada pertengahan Januari 2018, sudah ada kesepakatan antara Gubenur dengan Pangdam V/Brawijaya terkait sinkronisasi program pembangunan rumah terdampak bencana dengan RTLH tersebut. “Jadi mulai minggu depan diarapkan seluruh rumah yang rusak harus terdata. Diharapkan seluruh elemen dapat bekerja sama dalam pelaksanaan pendataan dan rehabilitasi,” ujar Komandan Kodim 0801/Pacitan ini.

Lebih lanjut, Aris juga mengingatkan agar mengedepankan kelayakan dan kesehatan. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak punya lahan untuk pembangunan rumah diharapkan ada koordinasi yang baik.

“Harapannya ada koordinasi yang baik dari pihak pemda dengan provinsi, pembangunan RTLH juga harus dipilah dan dikhususkan pada pengerjaan Rumah rusak Ringan dan rusak sedang dikarenakan alokasi dana hanya sekitar Rp 8 juta sampai Rp 9 juta,”tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, mengatakan bahwa pembangunan sebanyak 440 rumah terdampak bencana di Pacitan selesai pada 20 Januari 2018, termasuk 200 bangunan rumah yang semula rusak berat.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 6.603 unit rumah dan 126 unit sekolah rusak akibat bencana alam yang terjadi di Pacitan pada Selasa (28/11/2017) pekan lalu. Dari 6.603 unit rumah tersebut, 1.709 unit rumah dinyatakan rusak berat.

Selain itu, bencana tersebut juga merenggut 25 korban jiwa, 19,5 Kilometer jalan di 78 ruas, 21 jembatan dan meruak 832 meter jaringan air bersih, total kerugian sementara sebesar Rp 580,9 miliar.

Bencana alam juga membuat enam kecamatan, 34 desa dengan luas total wilayah 205,58 km2 terdampak banjir, 176 titik di 68 desa di 12 Kecamatan terdampak longsor, 1.747 lahan pertanian rusak, sebanyak 23 titik tanggul dan 462 meter irigasi rusak, serta 155 ekor sapi dan 1925 ekor kambing hilang. (RAPP002/Wahyu)