Ini Rekomendasi Kementerian ESDM Terkait Bencana Longsor di Ponggok Pacitan

oleh
Pakar dari ESDM saat melakukan penelitian di Ponggok Pacitan. (Foto: vsi.esdm.go.id)

Pacitanku.com, PACITAN – Pakar geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan rekomendasi terkait bencana alam tanah gerak dan tanah longsor di Dusun Ciwalan, Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan yang terjadi pada Selasa (28//11/2017) lalu.

Dalam bencana tersebut, diketahui berdampak terhadap 10 rumah rusak berat dan 9 kepala keluarga diungsikan. Selain itu ada jalan rusak dan amblas sepanjang 27 meter serta kebun dan ladang milik warga rusak.

Setelah melakukan penelitian, Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan enam hal, yakni meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang tinggal serta beraktivitas di sekitar lokasi bencana harus waspada, terutama pada waktu hujan.

“Satu rumah yang rusak berat sudah tidak layak untuk dihuni, dan agar direlokasi ke tempat yang lebih aman, kemudian membuat saluran drainase yang kedap air dan mengalirkannya menjauhi lereng, alih fungsi lahan dari pemukiman ke lahan kering dengan penanaman dan pemeliharaan pohon yang memiliki akar tunggal,”demikian bunyi rekomendasi yang dikutip Pacitanku.com dari laman vsi.esdm.go.id pada Senin (8/1/2018).

Lebih lanjut, rekomendasi tersebut juga perlunya pembangunan pemukiman tidak berdekatan dengan tebing dan bantaran sungai, kemudian peningkatan sosialisasi gerakan tanah. “Masyarakat agar memantau retakan dan selalu mengikuti arahan BPBD atau pemerintah daerah setempat,”katanya lagi.

Dampak bencana alam tanah longsor di Ponggok. (Foto: vsi.esdm.go.id)

Sebagai informasi, gerakan tanah di Dusun Ciwalan, Desa Ponggok tersebut juga pernah terjadi pada tahun 1950 dan tahun 1986. Secara morfologi, daerah bencana berupa perbukitan dengan kemiringan lereng terjal sampai sangat terjal. Lokasi daerah bencana berada pada ketinggian 345 meter diatas permukaan laut.

Kementerian ESDM juga menyebut bahwa berd Peta Geologi Lembar Berdasarkan Peta Geologi Lembar Pacitan, daerah bencana disusun oleh batuan dari Formasi Arjosari yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, batupasir, batulanau, batugamping, batulempung, napal pasiran, batupasir bersisipan breksi, lava dan tuf (Toma).

“Pada area lokasi longsor litologi yang tersingkap adalah perselingan batupasir dan batu lempung yang telah mengalami pelapukan dengan arah jurus dan kemiringan N350°E/33°,”demikian keterangan di laman tersebut.

ESDM menyebutkan bahwa faktor penyebab terjadinya gerakan tanah adalah lereng yang terjal (> 59°) pada lereng bagian atas sehingga tanah mudah bergerak.

“Kemudian, sistem drainase yang tidak kedap air sehingga air permukaan langsung meresap ke dalam lereng dan menjenuhi lereng,  curah hujan yang tinggi dengan durasi yang lama dan kemiringan batuan yang searah dengan lereng menyebabkan terjadinya pergerakan dari punggungan hingga dasar lembah,”demikian berdasarkan keterangan Badan Geologi Kementerian ESDM. (RAPP002)