Tanah Gerak Selebar Dua Meter, 303 Warga Arjosari Terancam Bukit Longsor

oleh
Dandim 0801 bersama Kepala Dinsos Pacitan dan Forkompimcam Arjosari meninjau lokasi pengungsian warga, didampingi TRC BPBD, Tagana, SARLINMAS Satpol-PP, Perangkat Desa serta Tomas Desa Mangunharjo membicarakan langkah tindak lanjut penanganan tanah retak Dusun Tegal, Desa Mangunharjo Arjosari. (Foto: Syams/Pacitanku CJ)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Sebanyak 303 warga dari 105 kepala keluarga (KK) di Dusun Tegal Desa Mangunharjo, Kecamatan Arjosari terancam bencana tanah longsor di kawasan tersebut.  Ancaman tanah longsor semakin nyata setelah terjadi tanah retak yang berpotensi terjadi tanah longsor selebar dua meter di kawasan tersebut pada Minggu (10/12/2017).

Berdasarkan keterangan Danramil 0801/03 Arjosari, Kapten (Arh) Handy Kurniawan yang diteruskan kepada Dandim 0801/Pacitan, Minggu malam menyebutkan bahwa retakan tanah di kawasan tersebut akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sehingga menimbulkan retakan mencapai satu meter pada Minggu sore.

Namun keretakan bertambah menjadi dua meter sehingga sebanyak 45 warga dari RT/RW I/VI dan RT 2/VI sebanyak 45 jiwa dari total 303 warga Dusun Tegal sudah di evakuasi menuju tempat aman.

Namun jumlah warga yang mengungsi terus bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan tim SAR gabungan setempat dibantu relawan dan warga hingga larut malam.

“Sekira pukul 18.30 WIB, Forkopimcam Arjosari bersama aparat Desa mengambil tindakan untuk mengevakuasi warga menuju tempat pengungsian yang sudah disiapkan yakni di Balai Dusun Tegal Desa Mangunharjo, Pondok Roudhoh Al Hikam Desa Mangunharjo dan Kantor Pemerintah Desa Mangunharjo,”katanya.

Warga Dusun Tegal mengungsi di posko bencana Desa Mangunharjo Arjosari. (Foto: Syams)

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa rumah yang dimungkinkan berpotensi terkena dampak bencana alam tanah longsor sejumlah berjumlah 105 KK dengan jumlah total warga 303 jiwa.

“Rinciannya untuk warga RT/RW 1/VI Dusun Tegal jumlah warga 107 jiwa (32 KK), RT/RW II/VI jumlah warga 78 jiwa (27 KK), kemudian dua lokasi perkampungan di RT/RW III/VI Dusun Tegal sejumlah 118 jiwa (43 KK),”ujarnya lagi.

Dia mengatakan bahwa pada Minggu sore, sekitar pukul 18.45 sampai pukul 21.00 WIB beberapa warga Dusun Tegal sudah diungsikan di tiga titik tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban dalam peristiwa tanah retak ini.

“Forkompimcam Arjosari, BPBD Pacitan, SAR Linmas Satpol-PP, relawan dan dibantu perangkat Desa Mangunharjo berusaha mengevakuasi warga agar segera meninggalkan rumah untuk menuju ke tempat pengungsian yang lebih aman,”jelasnya.

Selain itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendekat pada lokasi keretakan tanah.”Rencana SKTD Penanganan Bencana Alam dibantu Perangkat Desa setempat Senin (11/12/2017) pagi melaksanakan evakuasi terhadap sisa warga yang belum mengungsi,”pungkasnya. (RAPP002)