Pemprov Pastikan Seluruh Korban Banjir Pacitan Dapat Bantuan

oleh -132.038 views
Gubernur Jatim, BUpati Indartato dan Kodam Brawijaya saat meninjau dampak bencana di Pacitan. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh korban bencana banjir dan tanah longsor yang kehilangan maupun kerusakan rumah bakal mendapat bantuan “cagak hidup” sebesar Rp900 ribu selama tiga bulan.

“Warga yang kena dampak bencana, kemudian tidak punya rumah, rumah rusak, dan lain sebagainya akan kami berikan cagak hidup Rp900 ribu selama tiga bulan,” kata Gubernur Soekarwo saat meninjau penanganan pascabencana di Kabupaten Pacitan, Jumat (1/12/2017).

Terkait kalkulasi tingkat kerusakan, Soekarwo mengatakan akan diselesaikan sampai Minggu (3/12).

Rehabilitasi rumah rusak ringan, berat, dan roboh/rusak total baru akan dilakukan setelah pendataan selesai dilakukan tim BPBD Pacitan.

Soekarwo memprediksi, rehabilitasi pascabencana membutuhkan waktu kurang/lebih sebulan.

Berdasar data sementara, kata Pakde Karwo, jumlah rumah atau bangunan yang rusak diterjang banjir maupun tertimbun/terseret tanah longsor sebanyak 1.709 unit.

Namun untuk detail skala kerusakan masing-masing unit rumah saat ini masih menunggu hasil pendataan dari masing-masing pemerintah desa/kelurahan.

Menurut Gubernur, teknis pelaksanaan rehabilitasi akan dibantu oleh personil TNI dan Polri. Khususnya dari satuan Zeni TNI Angkatan Darat.

“Hari ini sampai hari Minggu lusa akan kita hitung kebutuhan batu bata dan genting. Senin (4/12) kami konsolidasi lagi untuk kegiatan pembangunan,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Pacitan Indartato menyampaikan jumlah warga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Senin (27/11) malam hingga Selasa (28/11) mencapai 3.000 orang lebih.

Banyaknya korban dan luasan bencana yang tersebar sporadis di sejumlah wilayah menyebabkan penanganan tidak bisa berlangsung cepat karena BPBD maupun tim SAR gabungan harus membuat skala prioritas pencarian maupun upaya pertolongan terhadap korban yang masih hidup di sekitar wilayah perkotaan maupun titik-titik longsor yang tersebar di sembilan kecamatan setempat. (Ant/RAPP002)