Kodam V/Brawijaya Kerahkan Zeni Bantu Rehabilitasi Banjir Pacitan

oleh -132.093 views
Kodam V Brawijaya bersama Gubernur dan Wabup meninjau lokasi bencana banjir di Pacitan. (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kodam V/Brawijaya akan mengerahkan satuan zeni untuk membantu proses rehabilitasi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang merusak sedikitnya 1.709 unit rumah dan bangunan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

“Danrem akan mengajukan kebutuhan personel ke saya. Nanti saya akan mengirimkan Satuan Zeni khususnya, dan satuan lain ke sini,” kata Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman saat meninjau dampak dan penanggulangan pascabencana di Kabupaten Pacitan, Jumat (1/12/2017).

Pernyataan Pangdam V/Brawijaya disampaikan setelah ia berkoordinasi dengan Gubernur Jatim Soekarwo serta jajaran BPBD Jatim maupun jajaran Pemkab Pacitan.

Ia mengatakan, para personel TNI yang dikirim akan ikut bergotong-rotong membantu warga melakukan rehabilitasi, termasuk dengan anggota Polri maupun elemen-elemen masyarakat lainnya.

Titik tanggul yang jebol menjadi prioritas utama untuk dipulihkan.

Sebab jika tidak, kemungkinan potensi banjir bandang dapat kembali terjadi.

Pangdam menjelaskan, jika tanggul telah selesai diperbaiki tahap selanjutnya adalah perbaikan rumah-rumah warga yang rusak.

“Tadi saya dan Pak Gubernur melihat daerah yang tanggulnya jebol banyak kerusakan-kerusakan di situ. Pertama, tanggulnya dulu, baru rumah-rumahnya,” kata dia.

Saat banjir bandang melanda, Selasa (28/11), sedikitnya empat titik tanggul jebol.

Dua titik di aliran Sungai Jelok dan dua lainnya di aliran Sungai Grindulu.

Akibat banjir itu pula lebih dari enam desa dan kelurahan di Kabupaten Pacitan terendam air.

Tidak itu saja, rendaman banjir juga melumpuhkan lalu lintas dari maupun ke arah kota Pacitan.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan rehabilitasi rumah rusak ringan, berat ataupun roboh/rusak total baru akan dilakukan setelah pendataan selesai dilakukan tim BPBD Pacitan.

Soekarwo memprediksi, rehabilitasi pascabencana membutuhkan waktu kurang/lebih sebulan.

Berdasar data sementara, kata Pakde Karwo, jumlah rumah atau bangunan yang rusak diterjang banjir maupun tertimbun/terseret tanah longsor sebanyak 1.709 unit.

Menurut Gubernur, teknis pelaksanaan rehabilitasi akan dibantu oleh personil TNI dan Polri. Khususnya dari satuan Zeni TNI Angkatan Darat. (Ant/RAPP002)