Aktivis Mahasiswa Pacitan Gencarkan Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini

oleh -131.377 views

Pacitanku.com, PACITAN – Praktik pernihakan dini masih saja menjadi masalah sosial yang harus di antisipasi bersama. Hal tersebutlah yang menjadi alasan para aktivis mahasiswa pacitan membentuk komunitas untuk mencegah praktik pernikahan di bawah umur tersebut.

Komunitas muda peduli pernikahan dini atau yang lebih dikenal KOMPPENI itu dibentuk pada tahun 2015 oleh tiga mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yaitu Helmy Yusuf Evendi, Dwi Susilo Rini dan Winda Andryanti. Hingga saat ini komunitas tersebut terus melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di desa-desa.

Pada Sabtu (25/3/2017), KOMPPENI kembali melakukan sosialisasi di Desa Sanggrahan. Sosialisasi yang berlangsung di balai pertemuan dusun Karang Tengah dengan narasumber  Helmy Yusuf Evendi  (Kordinator Sosilasiasi dan  aksi Pencegahan Pernikahan dini) terlaksana berkat kerjasama KOMPPENI dengan Kelompok 8 KKN STKIP PGRI Pacitan.

Acara yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diikuti oleh peluhan ibu PKK dusun Karang Tengah. Para peserta terlihat antusias mengikuti sosialisasi terbukti dengan Tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi.




Menurut Helmy Yusuf Evendi, Sosialisasi ini diharapakan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai dampak negatif pernikahan dini, dan harapannya ketika sudah paham para ibu akan semakin memberi perhatian lebih pada anak agar tidak terlibat pergaulan bebas sehingga akan mencegah praktik pernikahan dini.

“Sosialisasi ini harapakn agar para orang tua paham mengenai dampak negatif nikah dini sehingga dengan paham mengenai itu para orang tua tidak menikahkan anaknya di usia muda dan selalu memberikan perhatian lebih pada anaknya” kata Helmy dalam keterangannya kepada Pacitanku.com, Minggu.

Di tempat yang sama Ketua KOMPPENI Dwi Susilo Rini juga menambahkan bahwa sosialisasi dan aksi pencegahan praktik pernikahan dini akan terus berlanjut dan akan menyasar ke desa, sekolah maupun komunitas, aksi ini semata-mata bertujuan untuk menekan angka praktik pernikahan dini dan bukti kepedulian kami kepada bangsa dan negara serta daerah pada khususnya. (RAPP002)