Warga Gelar Doa Bersama Berharap tak Terjadi Longsor dan Banjir Batu

oleh -Dibaca 1.504 kali
Bupati dan warga gelar doa bersama di lokasi banjir batu Karangrejo. (Foto: Doc Info Pacitan)
Bupati dan warga gelar doa bersama di lokasi banjir batu Karangrejo. (Foto: Doc Info Pacitan)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Warga masyarakat Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari bersama bupati Pacitan Drs H Indartato MM dan segenap jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait menggelar doa bersama berharap agar kejadian tanah longsor dan banjir batu di bukit Parangan, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari tak terjadi lagi.

Doa yang digelar bersama tokoh agama dan puluhan warga desa setempat tersebut digelar  di dekat lokasi yang menjadi pusat material batu di bukit Parangan, Karanggede, Selasa kemarin.

Doa bersama dilakukan selama sekitar 30 menit. Ketika doa berlangsung, guyuran hujan turun di atas bukit.

Bersamaan dengan itu, terlihat pergerakan bebatuan dan tanah yang longsor dari bukit Parangan. ‘’Doa ini dipanjatkan untuk memohon keselamatan kepada Allah. Agar tidak lagi terjadi longsoran dari bukit (Parangan),’’kata Indartato.

Lebih lanjut, Indartato mengatakan bahwa doa bersama tersebut dilakukan karena bencana yang terjadi tidak lepas dari kuasa Allah Swt. ‘’Begitu melihat sumber longsoran, sangat sulit ditanggulangi,’’ ungkap Indartato.




Dalam kesempatan tersebut, Indartato berharap dan meminta kepada semua pihak untuk waspada atas segala kemungkinan bencana alam yang terus terjadi di Pacitan.“Insya Allah saudara-saudara kita di sini diberikan kekuatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Yang terpenting mari kita biasakan siaga, waspada, serta selalu berdoa,”ucapnya lagi.

Diperkirakan, luas retaka longsor tersebut hampir mencapai dua hektare. Pun, terlihat jelas material bebatuan yang seolah siap terjatuh jika diguyur hujan. Gejala retakan di titik tersebut sudah lama terjadi.

Upaya pengurangan risiko bencana juga sudah dilakukan warga bersama pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Sebagian warga bahkan sudah menyiapkan lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu bencana menimpa. (Pacitankab/RAPP002)