Tinjau Pusat Bencana Banjir Batu, Indartato Berharap Semua Pihak Waspada

oleh -Dibaca 1.469 kali
Bupati Indartato saat meninjau lokasi longsor di Desa Karangrejo Arjosari. (Foto: Doc Info Pacitan)
Bupati Indartato saat meninjau lokasi longsor di Desa Karangrejo Arjosari. (Foto: Doc Info Pacitan)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM berharap semua pihak terkait untuk mewaspadai banjir batu yang terjadi belum lama ini di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Hal tersebut disampaikan Indartato saat meninjau lokasi hulu sungai penyebab musibah bencana banjir tersebut, Selasa (17/1/2017) kemarin.

Dalam kunjungan yang diterima warga setempat, Indartato menyampaikan keprihatinan dan memberikan dukungan moral bagi warga terdampak.

“Tentu saja penanganan kejadian ini memerlukan perencanaan yang matang dan kerjasama lintas sektoral. Hal ini sedang dibahas di tingkat pemerintah daerah. Betapapun ini adalah musibah bagi kita semua,”kata Indartato kepada wartawan.

Indartato berharap kepada warga Karangrejo untuk selalu waspada. Dia mengingatkan, ketika hujan turun lebat, warga sebisa mungkin harus menjauhi jembatan Karangrejo-Karanggede yang menjadi sasaran terjangan banjir batu. Hal itu dikarenakan bebatuan yang masih mungkin turun mengenai jalan dan jembatan penghubung antar desa itu masih banyak jumlahnya.

Dia berharap koordinasi keamanan antara warga, perangkat desa, serta aparat TNI dan Polri juga tidak boleh melemah. ‘’Koordinasi tanggap bencana itu penting di saat-saat seperti ini. Tidak boleh lengah,’’ tandasnya.




Dalam kesempatan tersebut, setelah melewati pemukiman terakhir warga di lereng bukit, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jarak yang masih harus ditempuh mencapai 1,5 kilometer. ‘’Beruntung warga sekitar lereng bukit tidak terdampak, karena tempat tinggal mereka di luar jalur pergerakan material,’’ katanya lagi.

Indartato pun melihat kondisi rekahan di bukit Parangan yang jadi sumber longsoran banjir batu sangat luas. Diperkirakan, luasnya hampir mencapai dua hektare. Pun, terlihat jelas material bebatuan yang seolah siap terjatuh jika diguyur hujan.

Diketahui, gejala retakan di titik tersebut sudah lama terjadi. Upaya pengurangan risiko bencana juga sudah dilakukan warga bersama pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan kabupaten. Sebagian warga bahkan sudah menyiapkan lokasi pengungsian jika sewaktu-waktu bencana menimpa. (Pacitankab/RAPP002)