Harga Ikan Laut di Pacitan Tetap Stabil Meski Cuaca Buruk

oleh -Dibaca 2.593 kali
Kawasan Pantai Tawang dengan perahu nelayan berjejer. (Foto: Dok Pacitanku)
Kawasan Pantai Tawang dengan perahu nelayan berjejer. (Foto: Dok Pacitanku)
Kawasan Pantai Tawang dengan perahu nelayan berjejer. (Foto: Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim menjamin harga ikan laut tetap stabil hingga akhir tahun nanti. Meskipun belakangan ini perairan pantai selatan Pacitan dilanda gelombang tinggi, namun diyakini tidak mengganggu produksi ikan laut tangkapan para nelayan.

‘’Secara umum sampai sekarang, produksi ikan laut relatif masih stabil,’’ ujar Choirul Huda Kasi Jasa Kepelabuhan UPT Pelabuhan Perikanan Tamperan Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, kemarin (16/11).

Dikatakannya, terhitung sejak Januari sampai sekarang produksi perikanan laut di Pacitan sudah mencapai 11.891 ton dari total target selama satu tahun sekitar 13 ribu ton.




Dari jumlah tersebut, produksi perikanan laut paling banyak adalah ikan tongkol sebanyak 1.949 ton, kemudian ikan cakalang 1.883 ton, ikan layang 1.500 ton, ikan layur 1.446 ton, dan ikan tuna 1.269 ton. ‘’Secara komersial ikan-ikan itu yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi,’’ kata Huda.

Meski produksi perikanan daerah melimpah, Huda tak memungkiri sebagian di antaranya dijual keluar daerah. Tapi, dia memastikan kondisi itu tidak akan mempengaruhi kebutuhan terhadap produk perikanan.

Pasalnya, pengiriman ikan ke keluar daerah yang dilakukan oleh para pengusaha atau pemilik kapal itu hanya sebagian kecil dari total produksi perikanan laut daerah. ‘’Memang berlaku hukum ekonomi. Ada permintaan serta harga terbaik itu merupakan mekanisme pasar,’’ terangnya.

Pengiriman produksi perikanan Pacitan, lanjut Huda, sudah dilakukan ke Lamongan dan beberapa wilayah di pantura. Hal itu lantaran dalam sebulan terakhir produksi perikanan di Pacitan mengalami over produksi terutama ikan layur. ‘’Tapi, itu tidak ada masalah. Sebab, Pacitan juga kerap mendatangkan ikan-ikan yang produksinya kurang, ikan kakap misalnya,’’ ungkapnya. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun