Rumah Diterjang Longsor, Acara Pernikahan Nyaris Batal

oleh -131.002 views

Pacitanku.com, TULAKAN – Nasib apes dialami Wasilah, warga RT/RW 01/IX, Dusun Tanggung, Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan, Pacitan. Niat Wasilah yang akan menikahkan putra keempatnya, Sunyoto pada Minggu (3/4/2016) mendatang nyaris batal.

Hal itu terjadi setelah hujan dengan durasi panjang pada Jumat (25/3/2016) lalu sekitar pukul 19.00 WIB menyebabkan longsor yang merusak 60 persen rumah miliknya.

Akibatnya, tenda pengantin dan perabot pesta yang sudah dipersiapkan rusak akibat bencana ini. Hal itu dikarenakan tebing setinggi 8 meter di belakang rumah Wasilah longsor dan menimpa bangunan rumah. Material longsor berupa tanah dan pepohonan, menerjang bangunan hingga bangunan nyaris roboh, dengan total kerusakan mencapai 60 persen dan kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Akibatnya, sang mempelai Sunyoto dan Wiwin Nurcahyanti, pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan akad nikah mengungsi di rumah saudaranya. Rencananya, selesai acara nikahan, rumahnya yang hancur itu akan dibongkar karena kondisinya tidak bisa ditempati lagi.




Selain rumah Wasilah, Amin (48) warga satu lingkungan dengan Wasilah juga mengalami hal yang sama, dimana kerugian total Amin mencapai Rp 10 juta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan sendiri telah kembali menyatakan status siaga bencana pada akhir Maret ini.

Ketua Pelaksana BPBD Pacitan, Tri Mudjiharto, dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini mengatakan bahwa jumlah kejadian bencana alam di Pacitan tercatat sebanyak 228 kejadian. Khusus di bulan Maret, di Pacitan terjadi 176 bencana alam.

Ia menyebut bahwa kerugian materi sebesar Rp 1,4 miliar itu muncul dari 58 rumah rusak, enam titik jalan amblas, empat kejadian talut ambrol, satu lahan pertanian tergenang, dan dua saluran drainase rusak diterjang longsor maupun banjir.

Bencana terbesar, kata Tri, adalah bencana banjir di area persawahan Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, yang tercatat seluas 60 hektar lebih. Menyusul berikutnya kasus tanah longsor di Kecamatan Tulakan, serta Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung. “Dari sejumlah kejadian bencana tersebut, status bencana di Pacitan, masih dalam kondisi waspada atau darurat,” tutupnya. (RAPP002)

Foto: Petugas BPBD Pacitan melakukan evakuasi di lokasi tanah longsor di Bubakan. (Foto: BPBD Pacitan)