Distanak Pacitan Masih Ragu Kembangkan Sapi Potong dan Kambing PE

oleh -Dibaca 1.405 kali
Produk olahan kambing PE yang dikembangkan di Pacitan. (Foto : Distanak Jatim)
Produk olahan kambing PE yang dikembangkan di Pacitan. (Foto : Distanak Jatim)

 

Produk olahan kambing PE yang dikembangkan di Pacitan. (Foto : Distanak Jatim)
Produk olahan kambing PE yang dikembangkan di Pacitan. (Foto : Distanak Jatim)

Pacitanku.com, PACITAN – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) ditengarai masih ragu melanjutkan pengembangan budidaya sapi potong dan kambing PE yang merupakan peranakan kambing etawa. Meski pada tahun 2015 ini Distanak menjadikan dua program budidaya ini segera dijalankan, namun masih terbersit keraguan dalam prosesnya.

Hal itu disampaikan oleh Bidang Pengadaan Distanak, Tjahjo Adhi Sukmono, S.Pt. di Pacitan memang selama ini terus dicoba digencarkan pengembangan budidaya Sapi Potong dan Kambing PE. Bahkan, beberapa tahun lalu, Pacitan memiliki satu produk unggulan terbaik di Jatim,  yakni pengembangan susu kambing PE. Pengembangan susu PE ini dulu dilaksanakan di Kecamatan Nawangan.

“Namun yang menjadikan kesulitan bagi kami mengembangkan adalah bahwa kambing PE di Pacitan dalam pengembangannya masih sebatas kegemaran, bukan berdasarkan atas kebutuhan untuk pengembang biakan, selain itu kendalanya kita kehabisan bibit,” katanya kepada Portal Pacitanku, Selasa (24/2/2015).

Padahal, dari segi manfaat, kambing PE yang diambil susunya ini sangat bagus, yakni dapat meningkatkan vitalitas tubuh serta menjaga kesehatan. “Satu liter susunya kisaran harganya Rp 15 ribu mas, namun memang pengembangan di Pacitan tidak lancar, seperti halnya di Kabupaten Trenggalek yang hingga sekarang terus dikembangkan,” paparnya.

Sementara itu, terkait pengembangan sapi potong, pihak Distanak juga masih menunggu pagu dari pemerintah pusat. “Biasanya sapi betina mas, yang tujuannya untuk memproduksi anak, dan anak itulah yang menjadi produk sapi potong,” pungkasnya.

Kambing PE di Pacitan Pernah Jaya

Di Pacitan sendiri, pengembangan kambing PE pernah mencapai puncak kejayaannya. Adalah Kelompok Tani Dono Asih yang menjadi pemenang pada lomba peternak kambing Peranakan Ettawa (PE) Se-Jawa Timur tahun 2012. Wilayah kerjanya terletak di dusun Krajan Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan. Kelompok tani Dono Asih mengembang usaha peternakan kambing PE yang berintegrasi dengan tanaman hortikultura dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Kegiatan utama yang dilakukan kelompok tani Dono Asih adalah Pembibitan dan Pemelihaaran Kambing PE. Pemeliharaan dilakukan sendiri oleh anggota di pekarangan rumah dan di kandang komunal (kandang bersama). Kegiatan  pembibitannya dilakukan dengan pemilihan bibit yang baik untuk indukan sedangkan  bibit yang dinilai jelek akan dijual atau dipotong. Untuk perkembangbiakannya dilakukan dengan kawin alam (INKA) sedangkan kawin suntik (IB) masih jarang dilakukan mengingat tingkat keberhasilannya baru mencapai 20%.

Hasil ternak berupa susu kambing dan olahannya dipasarkan disekitar Pacitan dan di luar Pacitan. Hasil pengolahan susu berupa bubuk instan, permen dan krupuk. Sedangkan pengolahan limbah buang yaitu feses dan urin dijadikan pupuk organik. (DPPP001)

Liputan : Dwi Purnawan

Editor : DPPP001