Harga Beras Mahal, Indartato Sarankan Warga Pacitan Beralih ke Sumber Pangan Lain

oleh -Dibaca 987 kali
Beras Miskin. (Foto : Bisnis.com)
Beras Miskin. (Foto : Bisnis.com)
indartato sidak beras. (Foto : SKPD Pacitan)
indartato sidak beras. (Foto : SKPD Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Melambungnya harga beras hampir terjadi di semua daerah di tanah air, termasuk di Pacitan. Tak pelak, melonjaknya harga pangan pokok yang satu ini memunculkan resah dikalangan konsumen.

Kondisi itu langsung disikapi Pemerintah Daerah (Pemda) Pacitan, yang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Baleharjo melalui  Bupati Indartato, Rabu (25/02). Indartato memantau langsung  pada kios kelontong di Pasar Induk Baleharjo. Selain melihat  penjualan di tingkat pedagang, Bupati juga berkesempatan berbincang dengan sejumlah pengunjung pasar.

Usai mendapatkan aspirasi, Indartato segera menginstruksikan agar secepatnya digelar operasi pasar. Selain itu, pemerintah daerah juga akan melaporkan kondisi yang ada kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jika nantinya ada bantuan tidak tertutup kemungkinan diadakan operasi pasar lanjutan.

“Sudah saatnya masyarakat menggalakan sumber pangan lain, sehingga konsumsi pangan dapat tercukupi jika dalam kondisi sulit seperti ini,” kata Indartato, dilansir dari laman SKPD.

Pacitan sendiri merupakan salah satu penghasil nasi tiwul di Jawa Timur. Sehingga nasi tiwul bisa menjadi salah satu bahan pangan alternatif warga Pacitan jika harga beras tak kunjung stabil.

Sementara, Melonjaknya harga beras di beberapa daerah membuat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman angkat bicara. Menurut dia, fenomena kenaikan harga beras tersebut lantaran adanya mafia beras yang bermain di balik naiknya harga pangan utama masyarakat Indonesia tersebut. Sebagaimana diketahui, saat ini harga beras di tingkat pedagang rata-rata naik Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram.

“Saat saya mengecek langsung di lapangan, ternyata ada yang salah dalam pendistribusian beras di tingkat kota. Harga beras tinggi ketika di kota yang berbeda dengan di desa. Ini ada permainan tengkulak,” kata Amran.

Amran menjelaskan, saat ini pihaknya masih berupaya mengurai permasalahan meningkatnya harga beras ini. “Kami akan bekerja sama dengan semua pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya. (RAPP002)