Jembatan Tegalombo Diperbaiki, Guru TK Ini Terpaksa Naik Sepeda Motor Trail ke Sekolah

oleh -Dibaca 2.056 kali
Jembatan Alternatif Tegalombo di Ngasem, Pucangombo, INset : Harweni Susanto yang terpaksa menggunakan sepeda motor trail ke sekolah. (Foto : Dok. Pacitanku/HS)
Jembatan Alternatif Tegalombo di Ngasem, Pucangombo, INset : Harweni Susanto yang terpaksa menggunakan sepeda motor trail ke sekolah. (Foto : Dok. Pacitanku/HS)
Jembatan Alternatif Tegalombo di Ngasem, Pucangombo, INset : Harweni Susanto yang terpaksa menggunakan sepeda motor trail ke sekolah. (Foto : Dok. Pacitanku/HS)
Jembatan Alternatif Tegalombo di Ngasem, Pucangombo, INset : Harweni Susanto yang terpaksa menggunakan sepeda motor trail ke sekolah. (Foto : Dok. Pacitanku/HS)

Pacitanku.com, TEGALOMBO—Diperbaikinya jembatan Tegalombo membuat aktivitas lalu lintas dari arah Desa Kasihan menuju pusat kecamatan menjadi terhambat. Namun demikan, beberapa jalur alternatif pun masih bisa digunakan untuk menunjang lalu lintas warga Kasihan ke Tegalombo atau sebaliknya. Seperti yang dilakukan oleh Harweni Susanto, warga Dusun Sidomakmur, Desa Kasihan yang setiap harinya harus ke Tegalombo untuk mengajar di TK di pusat kota kecamatan tersebut.

Harweni yang biasanya melewati jembatan Tegalombo untuk menuju ke sekolah, kini terpaksa harus melewati jalur alternatif yang cukup sulit, yakni melewati jembatan gantung di depan Koramil Ringin Asri. Lebih ekstrim lagi, Harweni terpaksa menggunakan sepeda motor tipe trail saat ke sekolah. Sepeda motor yang biasanya khusus digunakan untuk para pembalap di area sulit tersebut terpaksa digunakan Harweni karena kondisi jalur alternatif yang lumayan sulit.

“Iya, sementara ini terpaksa harus naik sepeda motor ini, karena jembatan sedang diperbaiki, saya tiap hari melewati jembatan gantung di selatan Sungai Grindulu,” kata ibu dua anak ini, kepada Porta Pacitanku, Selasa (16/9/2014).

Namun demikian, Harweni menyatakan bahwa perbaikan jembatan penghubung antar dua kecamatan tersebut hanya bersifat sementara, kurang lebih dua bulan. “Namun untuk kendaraan roda empat harus muter lewat Pacitan kota menuju Tulakan,” tandasnya.

Terpisah, Herlina Savitri yang juga warga Desa Kasihan, menyampaikan keluhan terkait jalur alternatif menuju kecamatan Tegalombo ini. Namun demikian, dirinya pada akhirnya terbiasa dengan kondisi medan menuju Tegalombo yang cukup terjal. Herlina sendiri setiap harinya harus melewati jalur alternatif tersebut untuk menuju ke tempat kerjanya, yakni SD Negeri Bandar V.

“Lewatnya dari arah Sambi dan berakhir di Ringin Asri Tegalombo, jaraknya lebih jauh sekitar 15 menit, tapi itu adaah jalur alternatif tercepat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini pembangunan jembatan Tegalombo sudah memasuki tahap pembongkaran jembatan, sehingga dengan adanya pembongkaran jembatan lama tersebut, jalur lalu lintas Tegalombo menuju ke Kasihan dan sebaliknya harus dialihkan. Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Redaktur : Dwi Purnawan