BMKG Gelar Uji Kesiapan Pacitan Hadapi Tsunami

oleh -101.240 views
Pacitan rawan tsunami (Foto : IST)
Pacitan rawan tsunami (Foto : IST)
Pacitan rawan tsunami (Foto : IST)
Pacitan rawan tsunami (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menggelar uji kesiapan menghadapi bencana tsunami di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan melibatkan enam daerah pesisir selatan Pulau Jawa dan Bali, Selasa.

“Kegiatan ditujukan untuk kesiapan sistem peringatan dini tsunami di kawasan Samudera Hindia,” ujar fasilitator kegiatan dari BMKG Indra Gunawan, dilansir dari Kantor Berita Antara, Rabu (10/9/2014).

Indra menjelaskan, kegiatan yang dikemas dalam bentuk geladi posko “Indian Ocean Tsunami Exercise” (IOWave) tersebut merupakan agenda dua tahunan dari “Intergovermental Coordination Group/Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System” (ICG/IOTWS). Enam daerah tersebut antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Kabupaten Banyuwangi, Pacitan, Gunung Kidul, Bantul, serta Kulon Progo.

Diketahui, BMKG sedianya mengundang 12 daerah yang berada di kawasan pesisir selatan Jawa-Bali, namun hanya separuhnya yang hadir dan berpartisipasi. Indra menjelaskan, dalam gladi posko itu disimulasikan negara-negara di Samudera Hindia dalam situasi terancam gelombang tsunami.

Sebagai kewajiban internasional melalui tiga Regional Tsunami Service Provider (RTSP) yang dimiliki, yaitu Australia, India, dan Indonesia akan memberikan peringatan ke National Tsunami Warning Center (NTWC). “Masing-masing negara anggota akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketika merespon peringatan tsunami dan melakukan evaluasi setelah latihan seperti tadi,” jelasnya.

Tentang ancaman gelombang tsunami, Indra mengungkapkan sepanjang Samudera Hindia, mulai Aceh sampai Nusa Tenggara Timur berpotensi terjadi. Penyebabnya karena dilewati dua lempeng besar, Indo Australia dan Eurasia. Sehingga jika muncul gempa bumi tektonik berkekuatan diatas 7 skala richter dengan kedalaman pusat gempa sampai 60 kilometer, potensi tersebut harus diwaspadai.

Redaktur : Robby