Mengenal Bupati Pacitan (6) : Sutjipto, Perintis JLS dan Penggagas Gerbang Intan

oleh -850 views
Sutjipto HS Bupati Pacitan
Sutjipto HS Bupati Pacitan
Sutjipto HS Bupati Pacitan
Sutjipto HS Bupati Pacitan

Pacitanku.com, PACITAN—Letnan Kolonel Sutjipto HS adalah Bupati Pacitan terakhir di era orde baru sekaligus bupati pamungkas dari militer. Ia menjabat mulai tahun 1995 sampai tahun 2000. Diantara tahun itu Indonesia mengalami krisis ekonomi dan politik yang melahirkan masa transisi, yakni saat Orba tumbang dan berganti Orde reformasi.

Situasi krisis politik nasional mesti tak begitu terasa gejolaknya di Pacitan, tetap saja eksesnya sampai pada perubahan kosntalasi politik lokal. Sutjipto memimpin Pacitan dalam situasi transisi pula. Dari dominasi militer atas kekuasaan sipil ke situasi reformasi yang masih penuh euforia.

Dalam situasi seperti ini, Bupati Sutjipto HS tetap menjalankan tugasnya. Sebelum krisis berlangsung Sutjipto melakukan berbagai gebrakan meneruskan sejumlah program pendahulunya yang sudah menjadi bupati Sidoarjo. Ia meneruskan ekspedisi penelusuran goa di pacitan, bekerja sama dengan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI).

Selain mengembangkan Goa Gong yang sudah dimulai oleh bupati Soedjito, bung Cip memulai ekspedisi goa Luweng jaran di Jlubang, Pringkuku dan sejumlah goa lain yang kini masih ditutup untuk umum. Konon, ratusan goa bertebaran di bukit – bukit bagian barat Pacitan. Sehingga Pacitan akhirnya dijadikan salah satu kawasan karst dunia.

Gedung Bhakti Ibu yang dikelola oleh YABI dibangun di era bupati Sutjipto. Ia juga menggalakkan program pro rakyat dengan gebrakannya melalui belanja ke pasar desa. Gayung bersambut dengan GKD (Gerakan kembali ke desa) yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Timur  Basofi Sudirman.

Bung Cip pernah merintis penerbitan majalah pemda yang dinamakan Gerbang Intan. Meski hanya tiga kali terbit, majalah GI yang diterbitkan olah IKappa (Ikatan Penulis Pacitan) ini cukup menjadi bukti, bahwa Bung Cip peduli pentingnya jurnalistik untuk menopang pembangunan insan Pacitan. Di kemudian hari muncul Gerbang Emas, dan kini istilah Gerbang Intan kembali dipakai oleh bupati Indartato.

Di era Sutjipto pula Pacitan mulai ada sanggar budaya yang produktif melahirkan karya tari dan sendra tari cukup terkenal, yaitu SS Pradopo loka bakti, pimpinan Sukarman, seniman dari desa Pelem, Kecamatan pringkuku. Dikemudian hari banyak sanggar berdiri di Pacitan.

Menjelang akhir masa jabatan, bung Cip mendapat tugas untuk membuka jalan dialog dengan masyarakat yang tinggal di kawasan selatan Kabupaten Pacitan dari pemerintah pusat. Dialog awal ini untuk pembukaan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Meski Nampak tidak begitu menonjol, tetapi kepemimpinan bung Cip tergolong sukses mendisiplinkan para pegawainya. Tradisi disiplin militer ia terapkan kepada anak buahnya. Sebagai contoh, ketika menghadap, para kepala dinas harus hormat dulu sebelum duduk di kursi depan meja kerjanya. Sutjipto kemudian maju lagi sebagai cabup pada pemilu pertama era Reformasi, tetapi ia tidak dipilih oleh ketua DPRD yang memiliki hak pilih saat itu.

Redaktur : Robby Agustav