Kisah Bupati Sujono, Bapak Investasi di Pacitan

oleh -10571 views
Bupati Sujono. (Foto: Dok/Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan kedua pasca reformasi adalah Sujono. Pengusaha keturunan Indo Jepang, dimana Ibu Pacitan dan ayah Jepang ini menjadi Bupati Pacitan berpasangan dengan Gepeng Sudibyo, putra Blitar.

Masa kepemimpinan Bupati Sujono merupakan masa-masa cukup kondusif baik iklim dan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah saat itu. Sehingga banya proyek besar berskala nasional dapat diangun di Pacitan.

Tidak itu saja, hubungan Kerjasama antara Kabupaten Pacitan dengan sejumlahkota diluar negeri sempat terjalin. Bupati Sujono juga menjadi ketua umum Asosiasi Bupati Seluruh Indonesia. Nama besar SBY yang menjadi Presiden dua periode di Indonesia mengantarkan Hasrat banyak bupati di Indonesia dalam memilih Sujono sebagai komandan mereka dalam berserikat.

Hubungan yang harmonis antara pusat dan kabupaten Pacitan yang sudah tercipta sejak era bupati Sutrisn, pada masa Bupati Sujono semakin erat. Sejumlah program besar yang tertunda pelaksanaannya diera Bupati Sutrisno terealisasi pada masa kepemimpinan Sujono.

Pembangunan PLTU Sudimoro tahap I adalah bukti keberhasilan pembangunan berskala besar di era Sujono. Disusul kemudian pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tamperan dan pembangunan Pasar Minulyo.

PLTU Sudimoro Alami Gangguan, Senin (12/5/2014). (Foto : Dok.Pacitanku)
PLTU Sudimoro (Foto : Dok.Pacitanku)

Kemudian juga pembangunan kembali monumen Jenderal Soedirman di Pakisbaru, pembangunan GOR, pendirian BLK dan revitalisasi terminal bus tipe A dimulai pelaksanaannya di era  kepemimpinannya.

Sejumlah program besar yang sudah dirintis Sujono namun masih belum tuntas pengerjaannya antara lain pembebasan lahan untuk JLS, swastanisasi pengelolaan obyek wisata Teleng Ria, perintisan Pelabuhan niaga dan eksplorasi bahan tambang.

Bupati Sujono berhasil meraih tiga kali penghargaan Adipura kategori kota kecil, berturut-turut (2008-2010). Keberhasilan Sujono sebagai pengusaha memberikan bekal cukup bagi dirinya untuk bekerja keras sepanjang sisa usianya dalam membangun Pacitan.

Terbukti sampai menjelang akhir hayat, ia masih ingin meneruskan program-program yang belum terlaksana/belum selesai pada 5 tahun pertamajabatannya.

Jalur Pansela yang dulunya adalah JLS. (Foto: Dok Pacitanku.com)

Karena qodarullah dan takdir menjemputnya, sebelum pencalonan dirinya kembali untuk maju sebagai cabup Pacitan periode kedua, Sujono wafat, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit di China.

Sujono menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 12.40 WIB, Rabu (8/12/2010) di Rumah Sakit Puri Indah, Kembangan, Jakarta. Mantan pengusaha itu wafat setelah menjalani perawatan selama hampir dua bulan di Beijing, China karena komplikasi.

Presiden SBY saat itu, menyebut sosok Sujono sebagai seniornya dan berjasa besar dalam kancah pembangunan di Pacitan. Dan mengingat banyaknya keberhasilan rintisan pembangunan di Pacitan, tidak salah jika Sujono bisa disebut sebagai bapak investasi Pacitan.

Disadur dengan beberapa penyesuaian dari Buku Pendopo Kabupaten Pacitan (Rumah Rakyat yang Semakin Terbuka)