Mengenal Bupati Pacitan (4) : Mochtar Abdul Kadir, Perintis Gasibu dan Pawonsari

oleh -13752 views
Mochtar Abdulkadir
Mochtar Abdulkadir
Mochtar Abdulkadir
Mochtar Abdulkadir

Pacitanku.com, PACITAN—Bupati keempat dari militer di era orde baru adalah Kolonel Mochtar Abdulkadir. Perwira dari Kota Malang ini menjadi bupati Pacitan pada tahun 1985-1990. Selama 5 tahun memimpin Pacitan cukup banyak prestasi pembangunan yang ditinggalkannya.

Prestasi tersebut diantaranya kategori fisik, yaitu pembangunan Gasibu Swadaya di Baleharjo, Renovasi Pendopo dan alun – alun Pacitan. Selain itu Mochtar Abdulkadir juga berperan dalam pembagian wilayah Punadirpa, pemanfaatan tanah pesisir untuk pemukiman nelayan. Selain itu Mochtar juga turut andil dalam membuka isolasi Kabupaten Pacitan dengan program Pawonsari.

Satu garapan lagi yang pernah menjadi domain kerja Mochtar Abdul kadir adalah mengeluarkan instruksi Bupati tentang mlinjonisasi di seluruh lahan pertanian di Pacitan.

Di antara beberapa karya peninggalan Bupati kadir, tercatat bupati ini disebut paling berani melakukan kegiatan yang berlawanan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat. Yaitu saat merenovasi pendopo, sampai menebang sejumlah pohon besar di halaman belakang yang disebut – sebut di tempati makhluk halus penjaga pendopo.

Kadir melawan mitos tersebut dan berhasil menampilkan wajah dan karisma pendopo yang tampak wibawa dan bebas dari takhayul. Saat merenovasi pun ia memilih tenaga kerja dari Wonosidi sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kerja putra daerah dalam membangun daerahnya sendiri. Gambar timbul keliling relief gerilya Panglima Besar Sudirman pada tembok pendopo dan burung garuda di depan dinding ruang pendopo adalah karya siswa SMIK Pacitan ketika itu.

Sementara itu, program Pawonsari yang dicanangkan Bupati Kadir mampu membuka isolasi ekonomi dan transportasi Pacitan dengan kabupaten lain di sekitarnya. Untuk Gasibu (Gelanggang Olahraga Seni dan Budaya) menjadi lambing kebangkitan olahraga tahap kedua setelah sebelumnya dirintis oleh Imam Hanafi melalui sepakbola. Meski belum memiliki stadion, keberadaan Gasibu di tengah kota sudah bsia mencukupi kebutuhan minimal untuk ditempati event olahraga maupun kesenian.

Selain itu, pemberian nama Halking di halaman belakang Pendopo pacitan juga merupakan ide dari Bupati Kadir. Halking yang berarti halaman wingking saat itu di populerkan oleh Kadir untuk memanggil anak buahnya yang menerima tamu di luar jam kerja. Istilah Halking ini pun sudah dikenal masyarakat hingga sekarang. Halking digunakan pemkab untuk menerima tamu khusus.

Redaktur : Robby Agustav