Pemkot Siapkan Dana 25 M Untuk Ubah Gang Dolly Jadi Fasilitas Publik

oleh -13695 views
Gang Dolly foto viva
Gang Dolly foto viva
Gang Dolly foto viva
Gang Dolly foto viva

Pacitanku.com, SURABAYA—Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelontorkan dana besar – besaran sebagai bukti keseriusannya menutup secara permanen Lokalisasi Gang Dolly di Jalan Jarak, Surabaya. Dana senilai 25 milyar tersebut berasal dari tiga sumber yaitu Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, dan Pemerintah Pusat. Anggaran itu digunakan untuk menyelesaikan dampak sosial pasca penutupan empat lokalisasi tersebut. Ada berbagai pembangunan dan pelatihan guna mengantisipasi dampak sosial itu.

Rencananya, 25 miliar tersebut akan digunakan untuk kegiatan pelatihan, pembangunan fasilitas umum, dan lainnya. Sedangkan Pemprov Jatim menyiapkan Rp 1 miliar lebih bagi keluarga mantan mucikari. Sementara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menyiapkan anggaran Rp 858 juta untuk stimulus modal para mantan pekerja seks komersial (PSK).

Alokasi anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menjadikan jalan dan gang di lokalisasi Dolly dan menyulapnya menjadi sebuah sentra ekonomi. Dengan melengkapi kawasan itu dengan fasilitas umum (fasum). Bahkan, pemkot akan menyertakan Rp 5 miliar sebagai modal awal sebagai bukti keseriusan.“Kita akan bangun taman, perpustakaan, dan fasilitas umum lainnya,” kata Risma, walikota Surabaya, Rabu (11/12/2013) kepada wartawan.

Sementara itu, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonahaji menjelaskan, ada sejumlah hal yang menjadi fokus pemkot dalam mengantisipasi dampak sosial di eks lokalisasi. Misalnya, pemberdayaan sosial dan pembenahan infrastruktur. Dinas sosial serta badan pemberdayaan masyarakat dan KB yang mewakili pemkot menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan di bekas lokalisasi.

“Angka tersebut rinciannya untuk lokalisasi Klakah Rejo, Sememi, Morokrembangan, dan Dupak Bangunsari. Belum termasuk Dolly karena masih dikaji lebih detail mengenai kebutuhan persisnya,” jelas Sonhaji.

Lokalisasi Dolly atau Gang Dolly adalah kawasan pelacuran di daerah Jarak, Surabaya. Konon lokalisasi ini merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Lokalisasi ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan saat itu dikelola seorang perempuan Belanda bernama Dolly van der Mart.