Camat Tegalombo, Edi Wasono, menjelaskan bahwa “Murwokolo” secara harfiah bermakna menghilangkan “sengkala” atau kotoran-kotoran yang melekat.
Penulis: Febriani Cahyaningtias
“Nawung Kridha” Bawa SMKN 1 Donorojo Wakili SMKN se-Pacitan di Festival Ronthek 2025
Dengan mengusung karya berjudul “Nawung Kridha”, sekolah ini menampilkan perpaduan seni, budaya, dan kearifan lokal yang mendalam.
Festival Kapyuran Ngadirojo: Merajut Sejarah, Melestarikan Sumber Kehidupan
Tak hanya itu, hadir pula “Panjang Ilang,” sebuah simbol tradisi yang melambangkan syarat dalam menghormati dan memelihara warisan leluhur.
Lomba Tembang Jawa Meriahkan Festival Kapyuran di Ngadirojo
Sebanyak 18 peserta, masing-masing mewakili satu Rukun Tetangga (RT) di Desa Ngadirojo, turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Festival Kapyuran Ngadirojo Hidupkan Kembali Semangat Kebersamaan Melalui Lomba Permainan Tradisional
Panitia berharap lomba ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.
Festival Kapyuran Pacitan: Nostalgia Kuliner “Ngebul” Berbalut Semangat Ekonomi Hijau
Anang, salah satu panitia festival, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah membangkitkan kenangan akan cita rasa kuliner tempo dulu.
Festival Ronthek 2025: Perkuat Identitas dan Dongkrak Ekonomi Pacitan
Amin mengatakan bahwa Ronthek memiliki potensi untuk menggerakkan seluruh elemen seni budaya, mulai dari musik, tari, kriya, hingga rupa.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









