Pacitanku.com, PACITAN – Guru SD Negeri Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, Khrisna Adhi Pradana, melahirkan inovasi pembelajaran bernama DIGISTORY.
Inovasi ini mengintegrasikan pemrograman sederhana (coding) dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna mengubah metode hafalan menjadi eksplorasi interaktif di tengah keterbatasan perangkat sekolah.
Melalui media digital interaktif tersebut, siswa tidak lagi sekadar menjadi penerima materi secara pasif.
Peserta didik dilibatkan langsung untuk menyusun alur cerita, memecahkan masalah, serta memahami berbagai fenomena alam dan sosial secara kontekstual sehingga mampu mengasah nalar kritis, kreativitas, dan literasi digital.
Menariknya, penerapan DIGISTORY dirancang adaptif bagi sekolah dengan sarana teknologi terbatas. Guru cukup menyediakan satu atau dua perangkat di area eksplorasi digital untuk digunakan secara bergantian melalui sistem rotasi kelompok.
Saat satu kelompok mengeksplorasi DIGISTORY, kelompok siswa lainnya menjalani aktivitas pembelajaran berbeda, mulai dari diskusi kelompok, eksperimen sains sederhana, hingga refleksi mandiri.
Pola rotasi ini memastikan seluruh siswa berkesempatan merasakan pengalaman teknologi tanpa mengorbankan interaksi sosial dan kolaborasi antarteman.
“Kita tahu kalau fasilitas canggih seperti Interactive Flat Panel (IFP) biasanya cuma ada satu di sekolah. Kita harus bisa memanfaatkan itu agar memberikan dampak yang lebih besar bagi siswa, sekaligus menghindari risiko alat rusak karena tidak pernah dipakai atau justru salah pemanfaatan,”kata Khrisna, Jumat (30/10/2026).
Agar mudah diadopsi oleh pendidik di daerah lain maupun dikembangkan untuk lintas mata pelajaran, Khrisna melengkapi DIGISTORY dengan modul ajar terstruktur serta panduan penggunaan praktis.
Hingga kini, inovasi DIGISTORY telah diperkenalkan di berbagai forum strategis, meliputi kegiatan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, serta lokakarya komunitas belajar guru secara daring dan luring.
Efektivitas metode ini juga telah diuji dan diimplementasikan langsung di sejumlah ruang kelas di Kota Madiun.












