Dialog Interaktif Lingkungan Hidup Pacitan Perkuat Sinergi Pentahelix, Pengelolaan Sampah Jadi Tanggung Jawab Bersama

oleh -374 Dilihat
Para narasumber dari berbagai sektor membahas pengelolaan sampah dalam Dialog Interaktif Lingkungan Hidup di Pacitan. (Foto: Dok. DLH Pacitan for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kabupaten Pacitan terus diperkuat melalui Dialog Interaktif Lingkungan Hidup: Sinergi Pentahelix dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Pacitan yang digelar pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pentahelix, mulai dari Pemerintah, Akademisi, Badan Usaha (Bisnis), Komunitas (Masyarakat), dan Media

Acara yang berlangsung di Parai Beach Resort Pacitan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, dilanjutkan dengan doa bersama serta pemaparan dan tanya jawab dari para narasumber.

Dalam sambutannya, Heru Wiwoho menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup maupun pemerintah daerah semata.

“Sampah ini sebenarnya bukan hanya urusan DLH, tetapi permasalahan kita bersama. Jadi ini tidak bisa dibebankan hanya kepada Pemda, melainkan membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, Cicik Roudlotul Jannah, mengungkapkan bahwa masih banyak sampah yang belum terkelola dengan baik dan berakhir dibuang ke lingkungan.

“Selama ini kenyataannya sampah itu belum dikelola dan dibuang di alam. Karena banyaknya sampah yang belum terkelola, kami berharap dengan adanya acara ini dapat menjadi perhatian bersama. Jangan sampai kita mewariskan sampah kepada anak cucu kita,” katanya.

Founder Pacitanku.com menyampaikan pandangannya mengenai peran media dalam pengelolaan sampah saat Dialog Interaktif Lingkungan Hidup Pacitan. (Foto: Dok. DLH Pacitan for Pacitanku)

Sementara itu, Founder Pacitanku.com, Dwi Purnawan, memaparkan pentingnya peran media dalam mendukung pengelolaan sampah di daerah.

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga bisa sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Media seharusnya tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi lebih dari itu menjadi edukator. Lebih spesifiknya menjadi penyambung lidah dari direksi yang lain baik pemerintah, swasta, komunitas dan akademisi. Saya kemudian menjabarkan beberapa peran yang bisa diambil media misalnya dengan pemerintah tentang sampah. Media mengawal impementasi PERDA tentang sampah sampai ke tingkat desa. Kemudian media bersama kampus misalnya kedepan dapat membangun jurnalisme data terkait pengelolaan sampah sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, masing-masing narasumber menyampaikan pandangan sesuai bidang keahlian mereka.

Sri Haryanti, Penyuluh Dinas Kesehatan, menjelaskan bahwa persoalan sampah memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.

\“Sampah jelas mempengaruhi kesehatan. Kasus penyakit berbasis lingkungan di Kabupaten Pacitan seperti demam berdarah dengue (DBD) dan yang saat ini sedang meningkat, yaitu leptospirosis, sangat berkaitan dengan aspek kebersihan lingkungan,” ungkapnya.

Dari sisi pelaku pengelolaan sampah, Jaidin, Ketua KSM TPS3R Sidomakmur, membagikan pengalaman dalam mengelola sampah berbasis masyarakat. Ia menyebut pihaknya mengusung prinsip SSI (Sabar, Syukur, Ikhlas) dalam menjalankan aktivitas pengelolaan sampah sehari-hari.

Sementara itu, Nur Hidayat dari kalangan akademisi menekankan pentingnya research sebagai dasar penyusunan kebijakan yang efektif.

Research juga dibutuhkan untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang akan dieksekusi. Karena kebijakan harus melihat situasi dan kondisi di lapangan. Research mengumpulkan data, kemudian data menjadi informasi untuk mendukung lahirnya kebijakan yang tepat,” paparnya.

Selain itu, dialog juga menghadirkan narasumber daring, Jaswadi, dari sektor industri PLN NP Pacitan yang membahas aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) dalam mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pada akhir kegiatan, petugas membacakan Pernyataan Rekomendasi Pentahelix Pengelolaan Sampah Kabupaten Pacitan sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Dukungan dari dunia usaha juga ditunjukkan oleh General Manager Parai Beach Resort Pacitan, Agus, selaku tuan rumah kegiatan.

Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

“Kami memiliki visi dan misi menjadi resort yang ramah lingkungan dan ramah keluarga. Harapannya, hal tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik untuk datang ke Pacitan,” tuturnya.

Melalui dialog ini, seluruh pihak berharap sinergi pentahelix dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Kabupaten Pacitan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.