Dinkes Pacitan Ungkap Korban Keracunan Diduga MBG 139 Orang, 28 Diantaranya Jalani Perawatan

oleh -235 Dilihat
Kepala Bidang P2P Dinkes Pacitan, Nur Farida (berjilbab), sedang memberikan arahan kepada petugas kesehatan dalam upaya kesiapsiagaan penanggulangan diare di area Puskesmas Tegalombo.
PENCEGAHAN WABAH: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida (berjilbab), memimpin koordinasi lintas puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Tegalombo, baru-baru ini. (Foto: Dok. Dinkes Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Sebanyak 139 siswa di Kecamatan Tegalombo, Pacitan, dilaporkan menjadi korban dugaan keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG), di mana 28 di antaranya masih menjalani perawatan intensif sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Yogyakarta hingga Senin (13/4/2026).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, Nur Farida, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim medis lintas puskesmas untuk mempercepat pemulihan pasien.

Penanganan kasus ini kini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan guna memastikan seluruh korban tertangani dengan baik.

“Total korban saat ini 139 orang. Hari ini yang masih dirawat ada 28 siswa. Hasil laboratorium belum keluar, kemungkinan lima hari lagi,” ujar Nur Farida dalam keterangan resminya, Senin (13/4/2026).

Pihak Dinkes memilih mengirimkan sampel makanan ke laboratorium di Yogyakarta untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat.

“Hasilnya kami upayakan lebih cepat dengan mengirim ke Yogyakarta. Kalau ke Surabaya bisa sampai dua minggu,” tambah Farida menjelaskan alasan prosedur pemilihan laboratorium tersebut.

Hingga saat ini, tim dari Puskesmas Tegalombo, Gemaharjo, Gedungbendo, hingga Arjosari tetap disiagakan di lokasi.

Selain penanganan medis, Dinkes juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat pasca-kejadian.

Insiden ini bermula pada Kamis (9/4/2026) lalu, saat puluhan siswa dari jenjang TK hingga SMP di lima desa—Desa Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo—mengalami gejala mual, muntah, hingga diare massal usai menyantap menu program MBG.

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, mengonfirmasi bahwa kejanggalan mulai terasa saat banyak perangkat desa terlambat menghadiri rapat karena sibuk mengantar anak-anak mereka ke fasilitas medis.

Berdasarkan keterangan warga, kecurigaan mengarah pada komponen menu harian berupa buah melon yang terasa masam dan saus tahu.

“Saya tanya, ternyata banyak yang sedang mengantar anaknya ke puskesmas. Keluhannya sama, muntah-muntah dan sakit perut setelah makan MBG,” tutur Susilo, Sabtu (11/4/2026).

Saat ini, sebagian siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Pembantu Tegalombo dan RSU Medical Mandiri Pacitan.