Debut Gemilang, Siswa SRMA 23 Pacitan Raih Medali Perak di Kejuaraan Jujitsu Nasional

oleh -126 Dilihat
Siswi SRMA 23 Pacitan menaiki podium juara SLC Cup 2026 Surabaya. (Foto: Dok. SRMA)

Pacitanku.com, SURABAYA-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 Pacitan.

Tim Jujitsu sekolah tersebut berhasil meraih empat medali perak dalam kejuaraan Jujitsu antar dojo se-Indonesia SLC Cup 2026 Road to Japan yang digelar di Surabaya pada 4–5 April 2026.

Empat siswa yang berhasil menyabet medali perak (juara 2) yakni:
Ilyas Margi Tri Wibowo (X.3) kategori fighting system upper 16 putra kelas B
Putri Dwi Puji Rahayu (X.2) kategori fighting system upper 16 putri kelas C
Avia Widianingsih (X.3) kategori fighting system upper 16 putri kelas B dan kategori kumite amatir under 15 putri kelas B
Muhammad Ilyas (X.4) kategori fighting system upper 16 putra kelas C

Keempat siswa SRMA 23 Pacitan peraih medali perak SLC Cup 2026. (Foto: Dok. SRMA)

Kejuaraan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, mengingat mereka tidak hanya bersaing dengan peserta tingkat pelajar, tetapi juga menghadapi atlet dari perguruan tinggi hingga klub profesional.

Bahkan, salah satu siswa SRMA 23 Pacitan harus berhadapan langsung dengan anggota Kopasgat TNI AU di partai final.

Kepala SRMA 23 Pacitan, Nanang Kusdinar, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.

Ia menyebut prestasi ini sangat berarti mengingat usia sekolah yang belum genap satu tahun dan kegiatan ekstrakurikuler Jujitsu yang masih tergolong baru.

“Tentunya sebagai Kepala SRMA 23 Pacitan saya merasa bahagia dan bangga atas prestasi nasional yang telah diraih anak-anak, mengingat usia sekolah yang belum ada satu tahun berjalan serta kegiatan ekstrakurikuler Jujitsu yang belum lama dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain latihan rutin seminggu sekali di sekolah, para siswa juga meningkatkan intensitas latihan hingga tiga kali dalam seminggu sebagai bentuk persiapan menghadapi kejuaraan.

“Kami memperkuat motivasi, mental, dan fisik anak-anak, karena ini pengalaman pertama mereka turun di kejuaraan dan langsung menghadapi lawan yang lebih senior, baik dari usia maupun pengalaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nanang menilai prestasi ini menjadi motivasi besar bagi seluruh siswa SRMA 23 Pacitan.

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.

“Prestasi ini sangat bermakna bagi kami keluarga besar SRMA 23 Pacitan. Ini membuktikan bahwa walaupun sekolah belum genap setahun dan siswa berasal dari desa, dengan tekad, usaha, dan doa, insyaAllah mampu meraih prestasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap keberhasilan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dan mendorong mereka untuk terus berprestasi di berbagai bidang.

“Tidak ada perbedaan antara kalian yang berasal dari desa maupun kota. Kesempatan itu sama, yang membedakan hanyalah kemauan untuk berjuang, disiplin, dan tidak mudah menyerah,” pesannya kepada para siswa.

Pihak sekolah berharap prestasi tersebut dapat menjadi langkah awal bagi siswa SRMA 23 Pacitan untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.