Kenang Penyelamatan Dramatis, Damkar Pacitan Sukses Evakuasi Sapi Rp25 Juta dari Septic Tank Lewat Teknik Pengapungan

oleh -245 Dilihat
Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, yang mengenakan seragam biru lengkap dengan atribut dan papan nama, sedang duduk bersedekap sambil berbicara di depan mikrofon dalam sebuah sesi wawancara berlatar belakang tirai abu-abu.
BERBAGI KISAH PENYELAMATAN – Kabid Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, saat berbincang dalam siniar Pacitanku TV, Rabu (28/1/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Sebuah aksi penyelamatan dramatis kembali dikenang oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pacitan saat berhasil mengevakuasi seekor sapi bernilai puluhan juta rupiah yang terperosok ke dalam septic tank tanpa cedera sedikitpun menggunakan teknik pengapungan inovatif.

Peristiwa ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi satuan penjinak api tersebut karena melibatkan aset berharga warga yang harus diselamatkan dalam kondisi hidup di tengah medan yang sempit dan berisiko tinggi.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Pacitan, Sugito, mengungkapkan bahwa insiden tersebut menjadi salah satu pengalaman rescue yang paling tidak terlupakan bagi timnya di lapangan.

Saat berbincang dalam siniar Kertas Kosong Pacitanku TV edisi 53 yang tayang pada Rabu (28/1/2026), Sugito menceritakan kembali detik-detik menegangkan saat timnya harus menyelamatkan sapi seharga kurang lebih Rp25 juta yang terjebak di lubang kakus sempit.

Tantangan terbesar saat itu adalah risiko kematian pada hewan jika ditarik paksa menggunakan metode konvensional di ruang yang sangat terbatas.

Sugito menjelaskan bahwa timnya harus memutar otak demi menghindari penggunaan tali tambang biasa yang justru dapat membahayakan nyawa hewan tersebut.

Menurutnya, jika sapi ditarik paksa menggunakan tali nilon, risiko hewan terjerat atau lehernya tercekik sangat besar, yang justru akan merugikan pemilik karena hewan bisa mati atau mengalami cacat permanen sebelum berhasil dikeluarkan.

“Masalahnya kalau ditali terlalu pakai tali, sapinya bisa mati. Pakai tali diangkat bersama-sama, nah sapinya kan bisa kejepit, terjerat oleh tali itu,”kata Sugito.

Demi meminimalisir risiko cedera, tim Damkar akhirnya memutuskan menggunakan teknik pengapungan dengan cara membanjiri lubang septic tank menggunakan air secara perlahan.

Strategi cerdik ini membuat tubuh sapi terangkat naik secara alami mengikuti volume air, sehingga mengurangi beban tarik dan mencegah hewan panik.

Setelah posisi sapi mulai naik, petugas kemudian menggunakan selang pemadam berukuran lebar yang dililitkan ke badan sapi sebagai alat bantu angkat yang lebih lembut dibandingkan tali tambang.

Sugito menambahkan bahwa teknik improvisasi tersebut terbukti sangat efektif menjaga hewan tetap tenang dan selamat hingga proses evakuasi selesai.

Keberhasilan ini tidak hanya menyelamatkan nyawa hewan, tetapi juga menyelamatkan ekonomi warga pemilik ternak tersebut.

“Alhamdulillah setelah dikasih air banyak, sama cari alat untuk mengangkat sapi itu dengan bukan tali nilon, tapi ada bekas semacam selang lebar itu, sapinya juga tidak cedera,”tambah Sugito.

Kisah heroik ini menegaskan transformasi tugas Damkar Pacitan yang kini tidak hanya berkutat pada pemadaman api, melainkan menjadi unit penyelamatan serbaguna yang siap siaga 24 jam untuk segala kondisi darurat.

Sugito memastikan seluruh personelnya bekerja dengan prinsip keikhlasan dalam membantu kesulitan masyarakat, baik itu penyelamatan nyawa manusia maupun aset berharga seperti hewan ternak.

“Bagi warga Pacitan yang membutuhkan bantuan darurat, kami mengimbau untuk tidak ragu menghubungi markas komando di nomor telepon (0357) 882113,”pungkasnya.

Video Aksi Damkar Pacitan: Siaga 24 Jam Lawan Api Hingga Selamatkan Sapi | Siniar Kertas Kosong Eps. 53