Momen Kapolres Pacitan Antar Anak Sekolah Naik Motor, Sukseskan Gerakan Nasional Peran Ayah

oleh -251 Dilihat
Kegiatan tersebut juga merupakan cerminan nyata dari Gerakan Nasional Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah yang tengah digalakkan pemerintah. (Foto: Dok. Kapolres Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemandangan berbeda mewarnai hari pertama tahun ajaran baru di Pacitan, Senin (14/7/2025).

Di tengah kesibukan lalu lintas pagi, Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro, terlihat membonceng kedua anaknya secara bergantian menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Momen hangat diabadikan Kapolres di akun media sosialnya di Instagram dan mendapatkan apresiasi dari netizen. Unggahan tersebut dilihat 86 ribu dan disukai 3.511 orang.

Kegiatan tersebut juga merupakan cerminan nyata dari Gerakan Nasional Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah yang tengah digalakkan pemerintah.

Dengan penuh perhatian, AKBP Ayub mengantarkan putra-putrinya menuju gerbang pendidikan baru mereka, masing-masing di SDN 1 Pacitan dan SMPN 1 Pacitan.

Baginya, kehadiran seorang ayah pada momen krusial ini adalah fondasi yang tak ternilai harganya.

“Hari ini kami mengantarkan dua anak kami untuk mulai sekolah di Pacitan,” ujar AKBP Ayub.

Ia menjelaskan, kedua anaknya yang sebelumnya bersekolah di Jakarta kini harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

“Saat ini mereka masuk ke suasana dan ritme yang berbeda. Lebih tenang, lebih dekat dengan kehidupan yang membumi,” tambahnya.

Menurut Kapolres, tahun ajaran baru adalah momen penting yang tidak hanya menuntut kesiapan akademis, tetapi juga kekuatan karakter. Di sinilah peran orang tua menjadi sentral.

“Mereka butuh ruang yang mendidik sekaligus membentuk karakter. Kami sebagai orang tua harus hadir, memastikan pondasinya kuat sejak awal. Semoga langkah mereka hari ini jadi bagian dari proses tumbuh yang sehat, mandiri, dan tangguh,” tutur AKBP Ayub penuh harap.

Tindakan yang ditunjukkan oleh AKBP Ayub Diponegoro selaras dengan “Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah”, sebuah inisiatif yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama BKKBN.

Gerakan ini bertujuan mengatasi fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan, yang terbukti berdampak pada kepercayaan diri dan kesiapan mental anak.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji, dalam keterangannya menyatakan bahwa kehadiran ayah secara fisik dan emosional adalah kunci pembentukan karakter anak.

Data nasional memang menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih rendah. Oleh karena itu, melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemerintah mendorong para ayah untuk lebih aktif terlibat, bahkan mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengambil bagian dengan memberikan izin khusus mengantar anak ke sekolah di jam kerja.

Gerakan ini lebih dari sekadar seremoni. Ia menandai pergeseran paradigma pengasuhan, di mana tanggung jawab mendidik tidak lagi semata-mata di pundak ibu.

Kehadiran ayah sebagai panutan diyakini mampu menanamkan rasa aman, bangga, dan bahagia pada anak, yang menjadi investasi sosial jangka panjang untuk mewujudkan keluarga harmonis dan menyongsong visi Indonesia Emas 2045 sekaligus Makin Tahu Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.