Pacitanku.com, PACITAN — Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan pengunduran diri puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah daerah setempat sepanjang tahun ini tidak akan mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 30 pegawai memilih mundur dari jabatannya.
Jumlah tersebut terdiri atas empat Pegawai Negeri Sipil (PNS), satu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta 25 PPPK paruh waktu yang memilih mengundurkan diri setelah diterima bekerja di Sekolah Rakyat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pacitan, Ika Wayuningtyas, mengungkapkan bahwa gelombang pengunduran diri ini mayoritas didorong oleh motivasi ekonomi untuk mencari penghasilan yang lebih menjanjikan.
“Didominasi karena ingin meningkatkan kesejahteraan. Ada yang memilih pekerjaan dengan gaji lebih tinggi,” ujar Ika saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).
Ika merinci, empat PNS yang memilih mundur mengajukan pensiun dini dengan latar belakang alasan yang bervariasi, mulai dari faktor kesehatan hingga persoalan ekonomi pribadi.
Sementara itu, satu orang PPPK penuh waktu memutuskan berhenti sebelum masa baktinya genap lima tahun.
Berdasarkan data BKPSDM, sebagian besar ASN yang memilih mundur tersebut masih berada pada rentang usia produktif, yakni 25 hingga 40 tahun.
Selain kasus pengunduran diri mandiri, tercatat pula satu orang ASN yang diberhentikan secara resmi oleh instansi karena alasan administratif yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Menanggapi fenomena ini, Ika menegaskan bahwa seluruh proses kepegawaian—baik pengunduran diri maupun pemberhentian—telah diproses secara ketat melalui mekanisme resmi.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan strategi penataan ulang agar kekosongan formasi tidak berdampak buruk pada efektivitas organisasi.
“Setiap pengunduran diri tetap harus melalui prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh kekosongan formasi akan dikelola secara profesional sesuai kebutuhan organisasi,”pungkasnya.












