Pacitanku.com, SUDIMORO — Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University kelompok KAB01 menggelar workshop akuaponik menggunakan galon bekas bagi warga Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, pada 14 Juli 2026.
Kegiatan itu digelar sebagai upaya kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini memperkenalkan inovasi bernama SANTAP (Sayur dan Tanaman Akuaponik).
Melalui sistem ini, warga diajarkan untuk menyulap galon bekas menjadi media budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan lele sekaligus penanaman sayuran seperti kangkung dalam satu wadah.
Akuaponik merupakan metode budidaya yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik.
Air dari kolam ikan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman, sementara akar tanaman berfungsi menyaring air agar tetap layak bagi ikan. Sistem ini dinilai sangat efektif untuk diaplikasikan di pekarangan rumah dengan lahan terbatas.
Selama workshop berlangsung, masyarakat Dusun Krajan antusias mengikuti pemaparan materi mengenai prinsip dasar akuaponik, hingga praktik langsung merakit instalasi.
Baca juga: Mahasiswa KKN UGM Gelar Donor Darah di Desa Pagerkidul Sudimoro Pacitan, 11 Kantong Darah Terkumpul
Peserta juga aktif berkonsultasi mengenai teknis perawatan, pemilihan bibit, serta manajemen kualitas air agar sistem tetap optimal.
Koordinator Desa KKNT Pacitan KAB01, Abimanyu, menyatakan bahwa program ini bertujuan menginspirasi masyarakat agar lebih produktif mengelola pekarangan sekaligus mengurangi limbah anorganik.
“Melalui pemanfaatan galon bekas sebagai media akuaponik, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah yang masih layak digunakan, tetapi juga dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif. Dalam satu sistem sederhana, warga berkesempatan memanen dua komoditas sekaligus, yaitu ikan lele dan kangkung. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi langkah dalam mendukung ketahanan pangan,”kata Abimanyu, Jumat (7/8/2026).
Selain metode galon, tim KAB01 juga mensosialisasikan instalasi akuaponik menggunakan pipa paralon untuk warga yang sudah memiliki kolam ikan permanen.
Sebagai bentuk tindak lanjut dan motivasi, seluruh instalasi yang dirakit selama workshop diperbolehkan untuk dibawa pulang oleh peserta agar dapat langsung diterapkan di rumah masing-masing.
Diharapkan, inovasi sederhana ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan barang bekas serta meningkatkan kemandirian pangan tingkat rumah tangga di Desa Sumberejo.














