Klaim Pengikut Sebut Pujianto Ikhsan Imam Mahdi di Pacitan, Pemilik Tegaskan Bukan Padepokan

oleh -104 Dilihat
Sulardi (59), warga Pacitan, saat memberikan keterangan mengenai pengalaman spiritual dan keyakinannya.
Sulardi (59), warga Dusun Plalangan, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, saat memberikan penjelasan terkait perjalanan batin dan keyakinannya, Kamis (6/8/2026). (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, KEBONAGUNG — Aparat berwenang di Kabupaten Pacitan memantau dinamika sosial menyusul klaim seorang pengikut setia bernama Sulardi (59) yang menyebut gurunya, Pujianto Ikhsan, sebagai pemimpin akhir zaman atau Imam Mahdi, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Pujianto secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan tempat tinggalnya murni ruang belajar pribadi.

Peristiwa ini bermula dari pengalaman spiritual yang dijalani Sulardi, warga Dusun Plalangan, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, selama dua tahun terakhir.

Perjalanan batin tersebut awalnya didorong oleh niat pencarian ilmu kesaktian sebelum akhirnya ia bergabung dengan lingkaran pengikut Pujianto Ikhsan.

“Dulu memang saya mencari siapa orang yang sakti. Saya ingin belajar kepada orang-orang sakti,” ujar Sulardi, Kamis (6/8/2026).

Selama mengikuti ajaran tersebut, Sulardi mengaku menjalani berbagai tahapan olah batin yang intensif. Salah satu tahapan krusial yang ia sebutkan adalah mengamalkan wirid dan zikir dalam jumlah hitungan tertentu sebagai bagian dari lakon ketuhanan.

“Yang terakhir lakon ketuhanan, harus wirid zikir Allah Tunggal, Maha Tunggal, Tuhan Yang Maha Esa, Allah, sebanyak 86.400 kali. Setelah selesai diucapkan, kemudian dibatinkan ke dalam hati juga sebanyak 86.400 kali,” ungkap Sulardi.

Pengalaman spiritual mendalam tersebut menumbuhkan keyakinan kuat pada diri Sulardi bahwa Pujianto Ikhsan memiliki kedudukan istimewa dalam akhir zaman.

Baca juga: Viral di Pacitan, Pujianto Bantah Klaim Sebagai Imam Mahdi dan Tegaskan Hanya Tempat Belajar Ketuhanan

Menurutnya, inti dari ajaran yang ditempuh adalah mendekatkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui ketulusan dan keheningan batin.

“Dalam pelajaran yang sudah disampaikan di Al-Qur’an ada nanti di akhir zaman utusan Allah yang ditunjuk. Beliau yang saya ikuti. Kalau saya menyebutkan, itu pemimpin akhir zaman, Imam Mahdi, Satrio Piningit, Ratu Adil,” kata Sulardi, seraya menambahkan keyakinannya bahwa sang guru telah menyatu dengan Tuhan dan menjadi tempat berhimpunnya ruh para nabi secara gaib.

Kendati klaim tersebut disampaikan secara terbuka oleh pengikutnya, Pujianto Ikhsan memberikan klarifikasi tegas saat ditemui di kediamannya. Ia membantah keras pernah menyatakan dirinya sebagai Imam Mahdi ataupun pembawa ajaran agama baru.

“Sama sekali tidak ada pernyataan mengaku Imam Mahdi. Kami selaku sebagai mutlak, hak mutlak, hak milik Tuhan Yang Maha Esa. Tempat ini bukan padepokan atau perkumpulan apa pun, hanya tempat pribadi dan keluarga untuk belajar bertuhan,” tegas Pujianto.

Menanggapi perbedaan pemahaman dan dinamika klaim yang berkembang di tengah masyarakat tersebut, aparat keamanan dan pemerintah daerah di Kabupaten Pacitan terus melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Hingga berita ini ditayangkan, pernyataan mengenai sosok pemimpin akhir zaman merupakan pandangan dan keyakinan subjektif narasumber yang belum terverifikasi secara independen, sementara pihak Pujianto Ikhsan tetap konsisten menepis segala bentuk atribut keagamaan formal maupun klaim mesianik yang dialamatkan kepadanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.