Mengandung Filosofi Wayang Beber, Piala Bergilir Porseni Pacitan 2026 Setinggi 90 Cm Resmi Diluncurkan

oleh -412 Dilihat
Piala Juara Umum Porseni Kabupaten Pacitan 2026 terbuat dari kayu bermotif Wayang Beber dan batik pace setinggi 90 cm karya Komunitas Ros Timur Indonesia.
Mahakarya piala Juara Umum Porseni Kabupaten Pacitan 2026 setinggi 90 cm yang memadukan filosofi Wayang Beber dan motif batik pace hasil guratan tangan Komunitas Ros Timur Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Panitia Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kabupaten Pacitan resmi meluncurkan piala juara umum untuk ajang Porseni jenjang SD dan SMP tahun 2026 yang mengusung filosofi mendalam dari warisan budaya adiluhung lokal, Wayang Beber.

Ajang terbesar bagi pelajar se-Kabupaten Pacitan dengan tema “Porseni Nyawiji Berprestasi” ini dijadwalkan berlangsung pada 18–21 Mei 2026 di berbagai venue di Kabupaten Pacitan.

Komunitas Ros Timur Indonesia dari Lorok, Ngadirojo, yang beranggotakan Agus Marhendi, Riyanto, dan Kusuma Hadi Purnawan, dipercaya menjadi tim kreator di balik pembuatan piala mahakarya ini.

Menggunakan material kayu lokal Pacitan, piala setinggi 90 sentimeter tersebut memadukan figur Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmarabangun yang sedang mengangkat bintang di puncaknya.

“Piala ini terinspirasi dari kisah agung Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmarabangun, tokoh utama Wayang Beber Pacitan yang menjadi warisan budaya adiluhung Kabupaten Pacitan. Kedua sosok digambarkan mengangkat bintang sebagai simbol cita-cita, prestasi, dan cahaya masa depan generasi muda,” ujar perwakilan tim pembuat piala dari Komunitas Ros Timur Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Kusuma Hadi Purnawan dari Komunitas Ros Timur Indonesia saat memegang piala Juara Umum Porseni Kabupaten Pacitan 2026 bermotif Wayang Beber.
Salah satu kreator dari Komunitas Ros Timur Indonesia, Kusuma Hadi Purnawan, menunjukkan piala Juara Umum Porseni Kabupaten Pacitan 2026 setinggi 90 cm yang sarat akan filosofi budaya lokal. (Foto: Dok. Istimewa)

Tinggi piala yang mencapai 90 cm sengaja dipilih sebagai representasi dari total sembilan tingkatan kelas pada pendidikan dasar dan menengah pertama, yakni kelas 1 hingga 6 SD serta kelas 7 hingga 9 SMP.

Struktur ini menyimbolkan bahwa pendidikan di Pacitan adalah satu kesatuan perjalanan yang berkelanjutan dan saling menguatkan.

Selain bentuk wayang yang menjulang, piala ini juga dihiasi dengan pahatan manual bermotif batik pace khas Pacitan. Kehadiran motif batik ini mempertegas pesan agar generasi muda Pacitan tetap berpijak pada akar budaya lokal dan membumi di tengah prestasi yang diraih.

Untuk memeriahkan kompetisi yang dimulai pukul 07.00 WIB setiap harinya ini, panitia juga menyiapkan rangkaian acara pendukung seperti Music Performance dan Market Fest guna menyemarakkan bakat, kreativitas, dan sportivitas para pelajar terbaik di Kabupaten Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.